Rengat (Humas) Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan membangun budaya kerja yang lebih profesional, KUA Kecamatan Siak dan KUA Kecamatan Sungai Mandau melaksanakan kegiatan studi tiru dan silaturahmi ke KUA Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 13 Mei 2026 ini menjadi salah satu ikhtiar dan momentum penting untuk memperkuat disiplin, komitmen, serta semangat merubah mindset dan karakter dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Kegiatan studi tiru KUA Kecamatan Siak diikuti oleh Kepala KUA Kecamatan Siak Alwis, Kepala KUA Kecamatan Sungai Mandau Sariman dan jajaran, Penghulu KUA Kecamatan Siak Rizal, Penyuluh Agama Islam Ustadz Kasrizul dan Ustadz Husainabror serta Operator Layanan Operasional pada KUA Kecamatan Siak Muslim dan Rahmad Hidayat.
Dalam sambutannya Kepala KUA Kecamatan Siak Alwis menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala KUA Kecamatan Seberida Haji Amrizal beserta ASN KUA Kecamatan Seberida yang telah memberikan layanan terbaik kepada kami dan telah menunggu lama rombongan KUA Kecamatan Siak dan KUA Kecamatan Sungai Mandau untuk berkunjung plus studi tiru ke KUA Kecamatan Seberida, ungkapnya.
Alwis menambahkan bahwa silaturahmi dan studi tiru ini bertujuan sebagai upaya memperkuat sinergi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta membangun budaya kerja yang disiplin, profesional, dan penuh tanggung jawab di lingkungan KUA Kecamatan Siak pada khususnya, melalui kegiatan ini para peserta dapat melihat secara langsung pola kerja, tata kelola administrasi, inovasi pelayanan, serta budaya organisasi yang diterapkan di KUA Kecamatan Seberida. Seperti yang diketahui bahwa Haji Amrizal adalah Kepala KUA Kecamatan yang menerima penghargaan dari menteri agama kategori tertib administrasi tahun 2025 ketika beliau menakhodai KUA Kecamatan Rengat.
Sementara itu Haji Amrizal dalam sambutannya menjelaskan bahwa kunci keberhasilan dalam tugas dan layanan terletak pada disiplin, integritas dan komitmen yang tinggi yang harus dibangun dalam setiap individu ASN, “Ikhlas Beramal” bukan sekadar motto, tetapi menjadi ruh pengabdian bagi seluruh ASN di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia. Ketika kita telah memilih untuk mengabdi di Kementerian Agama, maka konsekuensinya adalah bekerja dengan penuh totalitas, disiplin, dan tanggung jawab.
Disiplin hadir bukan hanya saat ada pimpinan, tetapi tumbuh dari kesadaran diri bahwa setiap tugas adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Waktu kerja harus benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung kemajuan kantor, meningkatkan pelayanan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Setiap pekerjaan yang diberikan harus dapat dipertanggungjawabkan dengan baik, bukan sekadar selesai, tetapi selesai dengan kualitas, integritas, dan kesungguhan. Budaya “hilang-hilang di kantor” tanpa kejelasan sudah saatnya ditinggalkan, karena kehadiran ASN bukan hanya soal absensi, tetapi tentang kontribusi nyata. Amrizal menjelaskan dan mengakhiri dengan tegas dan jelas. (Aws/ Mm/ Rd)