KUA Bangun Purba Rutin Hadirkan Bimbingan Kerohanian di RSUD Bangun Purba
Daerah

KUA Bangun Purba Rutin Hadirkan Bimbingan Kerohanian di RSUD Bangun Purba

  13 May 2026 |   9 |   Penulis : Humas Cabang APRI Deli Serdang |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Bangun Purba, (Humas). Kementerian Agama Republik Indonesia melalui KUA Kecamatan Bangun Purba terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Salah satu bentuk nyata pelayanan tersebut diwujudkan melalui kegiatan penyuluhan dan bimbingan kerohanian secara rutin 1 minggu sekali yang dilaksanakan di RSUD Bangun Purba.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan penguatan spiritual bagi pasien, keluarga pasien, di lingkungan rumah sakit. Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan tampak saat para penyuluh agama memberikan motivasi, doa, serta penguatan mental dan rohani kepada para pasien.

Kepala KUA Kecamatan Bangun Purba, Dody Azman, S.Ag, menyampaikan bahwa kegiatan bimbingan kerohanian tersebut merupakan bentuk kepedulian KUA terhadap masyarakat yang sedang menjalani perawatan kesehatan.

“Bimbingan kerohanian ini bukan hanya sekadar kegiatan rutin, tetapi menjadi bentuk pelayanan kemanusiaan yang menyentuh sisi batin masyarakat. Kami berharap para pasien dapat lebih tenang, kuat, dan optimis dalam menjalani pengobatan. InsyaAllah kegiatan ini akan terus kami laksanakan secara istiqamah setiap minggunya,” ungkap beliau.

Dalam pelaksanaannya, bimbingan kerohanian dipandu langsung oleh Penyuluh Agama Islam Wan Muhammad Zamri, S.PdI dan Ahmadi Ahmad, S.HI yang memberikan tausiyah, doa, serta motivasi keagamaan kepada pasien Muslim. Sementara itu, pendampingan rohani bagi pasien beragama kristen diberikan oleh Penyuluh Agama Kristen Jonatan Togatorop, M.Th.

Kegiatan tersebut juga didampingi langsung oleh para dokter dan tenaga medis di RSUD Bangun Purba sebagai bentuk sinergi antara pelayanan kesehatan dan pelayanan spiritual bagi masyarakat.

Suasana penuh haru dan kehangatan tampak ketika para pasien menerima motivasi dan doa dari para penyuluh agama. Tidak sedikit keluarga pasien yang turut merasa terbantu dan terhibur dengan adanya pendampingan rohani tersebut. Melalui kegiatan ini diharapkan para pasien memperoleh ketenangan hati, semangat hidup, serta dukungan moril selama menjalani proses pengobatan.

Sinergitas antara KUA, penyuluh agama, dan pihak rumah sakit menjadi bukti bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga kebutuhan spiritual dan psikologis. (MHS/MTZ)

Bagikan Artikel Ini

Infografis