KUA Tuhemberua Ikuti Penutupan Orientasi Bangga Kencana Toga Toma 2026
Daerah

KUA Tuhemberua Ikuti Penutupan Orientasi Bangga Kencana Toga Toma 2026

  13 May 2026 |   10 |   Penulis : Humas Cabang APRI Nias Utara |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Tuhemberua (Humas). Penghulu KUA Tuhemberua, Betha Nugraha Pratama, mengikuti kegiatan Penutupan Orientasi Teknis Program Bangga Kencana bagi Tokoh Agama (Toga) dan Tokoh Masyarakat (Toma) Tahun 2026 Angkatan VI yang diselenggarakan oleh BKKBN Provinsi Sumatera Utara melalui Tim Kerja Penggerakan Masyarakat dan Lini Lapangan, Rabu pagi (13/05) secara daring. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan para mitra kerja strategis dalam mendukung Program Bangga Kencana serta program prioritas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.

Orientasi teknis ini diikuti oleh berbagai unsur strategis dari sejumlah daerah di Provinsi Sumatera Utara. Setiap wilayah mengirimkan satu orang staf atau pejabat OPD KB Kabupaten/Kota dan enam orang pengurus atau anggota FKUB. Pada Angkatan VI ini, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tercatat sebanyak 42 orang yang berasal dari Kabupaten Mandailing Natal, Kota Sibolga, Toba, Samosir, Kota Gunungsitoli, Nias Selatan, dan Nias Utara.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dan interaktif meskipun dilaksanakan secara daring. Moderator kegiatan, Zulkifli Y, memandu jalannya acara sejak awal hingga akhir dengan baik sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan tertib.

Materi pertama disampaikan oleh Dedi Iswandi yang membawakan topik mengenai Kebijakan Program Bangga Kencana dan Program Prioritas Kemendukbangga. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan keluarga berkualitas, penguatan ketahanan keluarga, serta percepatan penurunan stunting di Indonesia.

Selanjutnya, materi Advokasi Program Bangga Kencana dan Program Prioritas Kemendukbangga disampaikan oleh Nazlia. Ia menjelaskan pentingnya kemampuan komunikasi dan advokasi bagi tokoh agama dan tokoh masyarakat agar mampu menjadi penggerak di tengah masyarakat dalam menyampaikan pesan-pesan pembangunan keluarga dan kependudukan.

Pada sesi berikutnya, Prof. Muhammad Yafiz menyampaikan materi tentang peran tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam Program Bangga Kencana dan program prioritas Kemendukbangga. Ia menegaskan bahwa tokoh agama dan tokoh masyarakat memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran masyarakat terkait pentingnya keluarga berkualitas, harmonis, dan sejahtera.

Keikutsertaan Penghulu KUA Tuhemberua dalam kegiatan ini menjadi bentuk komitmen nyata dalam mendukung program pemerintah di bidang pembangunan keluarga dan kependudukan. Melalui kegiatan orientasi ini diharapkan para peserta dapat menjadi agen perubahan yang mampu mengedukasi masyarakat secara aktif dan berkelanjutan di wilayah masing-masing.

Kegiatan Penutupan Orientasi Teknis Program Bangga Kencana bagi Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Tahun 2026 Angkatan VI akhirnya resmi ditutup oleh Rabiatun Adawiyah. Dalam penutupannya, ia berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan demi mendukung terwujudnya keluarga Indonesia yang berkualitas, sehat, dan berdaya saing. (MHS/BNP)

Bagikan Artikel Ini

Infografis