14 Penghulu di Lingkungan Kanwil Kemenag Riau Dilantik, Muliardi: KUA Garda Terdepan Pelayanan Umat
Daerah

14 Penghulu di Lingkungan Kanwil Kemenag Riau Dilantik, Muliardi: KUA Garda Terdepan Pelayanan Umat

  14 May 2026 |   14 |   Penulis : Biro Humas APRI Riau |   Publisher : Biro Humas APRI Riau

Pekanbaru (Humas) Pada hari Rabu (12/05) siang, bertempat di aula Kantor Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Muliardi selaku Ka.Kanwil Kemenag Riau  melantik dan mengambil sumpah janji jabatan fungsional penghulu di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Riau, Kamis (13/5/2026).

Dalam pelantikan tersebut, sebanyak 14 orang penghulu menerima keputusan pengangkatan jabatan fungsional atas nama Menteri Agama Republik Indonesia yang ditandatangani Kepala Biro SDM Kementerian Agama RI, Muhammad Zain.

Muliardi dalam arahannya menyampaikan bahwa penghulu memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan Kementerian Agama di tengah masyarakat. Ia menegaskan, sesuai pesan Menteri Agama, Kantor Urusan Agama (KUA) merupakan representasi Kementerian Agama di tingkat kecamatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“KUA adalah garda terdepan Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, penghulu harus mampu hadir memberikan pelayanan terbaik, membangun komunikasi yang baik, serta menjaga marwah institusi,” ujar Muliardi.

Ia juga mengajak seluruh ASN Kementerian Agama, khususnya para penghulu yang baru dilantik, untuk memahami, menjalankan, dan menindaklanjuti Asta Protas Menteri Agama bersama Kepala KUA di wilayah masing-masing. Menurutnya, penghulu dan penyuluh agama merupakan ujung tombak penyampaian informasi kepada masyarakat.

“Asta Protas harus dipahami, dikerjakan, dan ditindaklanjuti bersama Kepala KUA. Penghulu dan penyuluh adalah bagian terdepan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat,” tegasnya.

Muliardi menyebutkan, saat ini terdapat sebanyak 568 penghulu di Provinsi Riau yang memiliki peran penting dalam mencerahkan umat, termasuk meluruskan berbagai informasi yang tidak benar di tengah masyarakat.

“Penghulu harus hadir memberi pencerahan kepada umat terhadap informasi-informasi yang tidak benar. Ini menjadi tugas penting dalam menjaga ketenangan dan keharmonisan masyarakat,” tegas Muliardi.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi penghulu dengan masyarakat serta berbagai lembaga yang ada di tingkat kecamatan guna memperkuat pelayanan dan pembinaan umat.

“Penghulu harus mampu berkolaborasi dengan masyarakat dan seluruh lembaga yang ada di kecamatan agar pelayanan keagamaan berjalan semakin baik,” tutupnya

Diantara 14 orang Penghulu yang dilantik tersebut Rosydin, S.Ag berasal dari Kabupaten Indragiri Hulu. Saat ditemui oleh tim humas membenarkan akan peristiwa ini. " Benar kami dari inhu ada 3 orang yang turut dilantik menjadi Penghulu". Ungkapanya. (idris)


Bagikan Artikel Ini

Infografis