Daerah

KUA Sidikalang Survei Literasi Al-Qur'an Melalui Pendekatan Kelompok Bimbingan
09 Feb 2026 | 8 | Penulis : Humas Cabang APRI Dairi | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Sidikalang, (Humas). Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sidikalang terus berinovasi dalam memetakan kualitas pemahaman keagamaan di tengah masyarakat. Pada Ahad (08/02), tim KUA melaksanakan survei layanan keagamaan dengan pendekatan kelompok bimbingan komunitas yang difokuskan pada tingkat literasi dan keterbacaan Kitab Suci Al-Qur'an bagi jamaah di pedesaan.
Kegiatan strategis ini dilaksanakan di Majelis Taklim (MT) Al-Huda Lae Pinang, Desa Bintang. Langkah ini diambil untuk mendapatkan data akurat mengenai sejauh mana kemampuan baca tulis Al-Qur'an di kalangan masyarakat dewasa, sehingga program bimbingan keagamaan ke depan dapat disusun secara lebih tepat sasaran dan efektif.
Pelaksanaan survei di lapangan dipimpin oleh Penata Layanan Operasional (PLO) KUA Sidikalang, Razna Farita. Dalam prosesnya, Razna berkoordinasi langsung dengan para tokoh masyarakat untuk memastikan proses pengambilan data berjalan lancar dan mencerminkan kondisi riil jamaah di wilayah Lae Pinang.
Guna memperkuat validitas pendataan, Razna didampingi oleh dua personel Penyuluh Agama Islam Honorer (PAIH) KUA Sidikalang, yakni Dian Mahardika dan Sofiah Siah Fitri Gaja. Kedua penyuluh ini berperan aktif dalam melakukan observasi langsung dan wawancara mendalam terhadap anggota majelis taklim terkait kendala yang dihadapi dalam mempelajari Al-Qur'an.
Melalui pendekatan kelompok bimbingan komunitas, tim KUA tidak hanya sekadar mengumpulkan angka, tetapi juga memberikan motivasi kepada para jamaah. Dian Mahardika menjelaskan bahwa survei ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan metode pembelajaran yang paling cocok bagi orang dewasa (andragogi) agar literasi Al-Qur'an meningkat secara signifikan.

Sementara itu, Sofiah Siah Fitri Gaja mencatat berbagai masukan dari jamaah MT Al-Huda mengenai waktu dan ketersediaan guru mengaji di lingkungan mereka. Data-data tersebut sangat krusial bagi KUA untuk memetakan distribusi penyuluh di masa mendatang, terutama dalam pengentasan buta aksara hijaiyah di wilayah-wilayah yang jauh dari pusat kota.
Razna Farita selaku PLO menekankan bahwa hasil survei ini akan menjadi dasar bagi KUA Sidikalang untuk meluncurkan program bimbingan berkelanjutan. Dengan data yang kuat, KUA dapat menjamin bahwa setiap program layanan keagamaan yang digulirkan benar-benar menjawab kebutuhan jamaah, bukan sekadar program formalitas semata.
Kegiatan di Desa Bintang ini diakhiri dengan diskusi interaktif yang disambut hangat oleh jamaah MT Al-Huda. Upaya jemput bola melalui survei literasi ini diharapkan mampu memperkecil celah buta aksara Al-Qur'an di Sidikalang, sekaligus memperkuat peran KUA sebagai pusat bimbingan dan layanan keagamaan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. (MHS/RAZ/SSF/DM)