Daerah

Ka.KUA Sidikalang Ajak Majelis Taklim Umuri Tingkatkan Kualitas Ilmu dan Ibadah
09 Feb 2026 | 10 | Penulis : Humas Cabang APRI Dairi | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Sidikalang, (Humas). Peran majelis taklim sebagai pusat edukasi keagamaan bagi masyarakat terus menjadi perhatian serius Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sidikalang. Pada Ahad (08/02), Kepala KUA Sidikalang hadir di tengah-tengah jamaah Majelis Taklim (MT) Umuri, Kelurahan Bintang Hulu, Barung-barung, untuk memberikan pembinaan sekaligus motivasi terkait pengembangan kapasitas spiritual umat.
Kepala KUA Sidikalang, H. Abdul Yajid Lingga, S.Ag., MM, dalam arahannya menekankan bahwa majelis taklim harus bertransformasi menjadi wadah belajar yang dinamis. Beliau menghimbau agar seluruh anggota majelis tidak merasa puas dengan rutinitas yang sudah ada, namun harus memiliki semangat yang tinggi untuk terus menggali ilmu agama secara mendalam dan terstruktur.
Dalam kesempatan tersebut, H. Abdul Yajid Lingga menyoroti kebiasaan umum yang sering terjadi di tengah masyarakat. Beliau mengingatkan bahwa majelis taklim selayaknya tidak hanya menjadi tempat untuk sekadar bertemu secara rutin, membaca Yasin, dan memanjatkan doa bersama, tanpa adanya penambahan wawasan keilmuan yang baru.
"Pertemuan rutin, membaca Yasin, dan berdoa itu sangat baik dan penuh berkah. Namun, jangan berhenti di situ saja. Majelis Taklim harus menjadi tempat di mana kita belajar tentang fikih, tauhid, dan akhlak, sehingga ada pencerahan intelektual di samping ketenangan batin yang kita dapatkan," ujar Abdul Yajid di hadapan jamaah MT Umuri.
Beliau menjelaskan bahwa esensi dari mengikuti pengajian adalah adanya peningkatan kualitas ibadah. Menurutnya, ibadah yang didasari oleh pengetahuan yang benar akan jauh lebih bermakna dan sempurna dibandingkan dengan ibadah yang hanya sekadar mengikuti kebiasaan orang tua atau lingkungan tanpa memahami dasar hukumnya.
Lebih lanjut, Ka KUA mendorong pengurus MT Umuri untuk mulai menjadwalkan kajian-kajian tematik yang menyentuh persoalan sehari-hari. Dengan menghadirkan narasumber atau menggunakan literatur yang tepat, jamaah diharapkan mampu menjawab tantangan zaman dan membentengi keluarga dari pengaruh negatif melalui pemahaman agama yang kuat.

Kegiatan pembinaan yang berlangsung di Barung-barung ini disambut positif oleh para jamaah. Banyak dari mereka menyadari bahwa selama ini interaksi di dalam majelis memang lebih banyak bersifat sosial-seremonial. Arahan dari Kepala KUA dianggap sebagai pengingat penting untuk mengembalikan fungsi asli majelis taklim sebagai institusi pendidikan non-formal bagi orang dewasa.
H. Abdul Yajid Lingga juga menambahkan bahwa dengan meningkatnya kualitas keilmuan jamaah, maka dampak positifnya akan dirasakan langsung oleh lingkungan Kelurahan Bintang Hulu. Jamaah yang cerdas secara agama akan mampu menjadi teladan di masyarakat serta dapat mendidik generasi muda dengan nilai-nilai Islam yang moderat dan kaffah.
Acara pembinaan ini ditutup dengan diskusi santai mengenai rencana kurikulum pengajian yang lebih variatif untuk pertemuan-pertemuan mendatang. Dengan dorongan dari KUA Sidikalang ini, diharapkan MT Umuri dapat menjadi pionir perubahan dalam mewujudkan masyarakat Sidikalang yang religius, berilmu, dan senantiasa rindu akan tuntunan ilahi. (MHS)