Daerah

KUA Sidikalang Maksimalkan Kajian Tematik Songsong Ramadan 1447 H
09 Feb 2026 | 10 | Penulis : Humas Cabang APRI Dairi | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Sidikalang, (Humas). Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, jajaran Penyuluh Agama Islam (PAI) pada Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sidikalang mulai bergerak masif di tengah masyarakat. Para penyuluh kini tengah memaksimalkan program persiapan spiritual melalui rangkaian kajian tematik yang menyasar berbagai kelompok majelis taklim di wilayah tugas mereka.
Salah satu kegiatan tersebut dilaksanakan di hadapan jamaah Majelis Taklim (MT) Al-Hidayah Lae Pancur pada Ahad (08/02). Penyuluh Agama Islam KUA Sidikalang, Sawal Dabutar, S.Sos.I, hadir sebagai narasumber utama untuk memberikan pembekalan mendalam mengenai fikih dan manajemen ibadah selama bulan puasa yang akan segera tiba.
Dalam paparannya, Sawal Dabutar menekankan pentingnya persiapan yang matang melalui kajian tematik. Menurutnya, pemahaman umat terhadap syarat, rukun, serta hal-hal yang membatalkan puasa harus terus diperbarui agar ibadah yang dijalankan tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan yang hampa makna atau hanya mendapatkan rasa lapar dan dahaga saja.
"Kami dari jajaran penyuluh berkomitmen untuk hadir di tengah jamaah guna memastikan setiap muslim di Sidikalang, khususnya di Lae Pancur, masuk ke bulan Ramadan dengan bekal ilmu yang cukup. Kajian tematik ini dirancang agar pembahasan lebih fokus, mulai dari manajemen waktu ibadah hingga keutamaan malam kemuliaan," ujar Sawal di hadapan puluhan jamaah.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Lae Pancur ini dihadiri oleh puluhan jamaah yang tampak antusias mengikuti jalannya diskusi. Interaksi tanya jawab seputar problematika ibadah sehari-hari menghidupkan suasana pengajian, menunjukkan tingginya keinginan warga untuk memperbaiki kualitas penghambaan diri mereka menjelang bulan suci.

Secara terpisah, Kepala KUA Sidikalang memberikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif dan kinerja para penyuluhnya. Beliau menilai bahwa langkah jemput bola yang dilakukan oleh Sawal Dabutar dan rekan-rekan penyuluh lainnya merupakan bentuk pelayanan keagamaan yang sangat dibutuhkan untuk membangun mentalitas umat yang religius.
Apresiasi tersebut didasari atas keberhasilan penyuluh dalam mengorganisir massa dan menyajikan materi yang relevan dengan kebutuhan jamaah di tingkat akar rumput. KUA Sidikalang berharap melalui kajian-kajian seperti ini, syiar Islam di wilayah Sidikalang semakin semarak dan penuh dengan nilai-nilai edukasi yang mencerahkan.
Pertemuan di MT Al-Hidayah ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjaga silaturahmi dan memakmurkan masjid selama Ramadan nanti. Dengan pendampingan yang intensif dari Penyuluh Agama Islam, diharapkan jamaah di Lae Pancur dapat menjalankan rangkaian ibadah Ramadan 1447 H dengan lebih sempurna dan meraih derajat ketakwaan yang dicita-citakan. (MHS/SD/NEP)