Evaluasi Manasik Haji 2026: KUA Sidikalang Beri Masukan Strategis demi Kenyamanan Jamaah
Daerah

Evaluasi Manasik Haji 2026: KUA Sidikalang Beri Masukan Strategis demi Kenyamanan Jamaah

  09 Feb 2026 |   10 |   Penulis : Humas Cabang APRI Dairi |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Sidikalang, (Humas). Setelah berlangsung intensif selama lima hari, rangkaian kegiatan manasik haji tingkat Kabupaten Dairi memasuki tahap evaluasi menyeluruh pada Senin (09/02). Kegiatan evaluasi dilaksanakan di Aula Kemenag Dairi. Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sidikalang turut hadir memberikan sumbangsih ide dan masukan kritis dalam pertemuan yang bertujuan menyempurnakan alur pelayanan bagi calon jamaah haji sebelum keberangkatan ke tanah suci.

Kegiatan evaluasi yang dilaksanakan di aula pertemuan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Dairi, H. Riswan Gaja, S.Ag, MM. Kehadiran beliau menegaskan bahwa koordinasi lintas sektoral merupakan kunci sukses dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, terutama dalam memastikan kesiapan mental dan fisik para jamaah.

Kepala KUA Sidikalang, H. Abdul Yajid Lingga, S.Ag, MM, dalam laporannya menyampaikan apresiasi atas kelancaran manasik yang telah berjalan selama lima hari terakhir. Namun, beliau juga memberikan catatan penting terkait efektivitas bimbingan di tingkat kecamatan. KUA menyarankan adanya penguatan pada simulasi praktis yang lebih spesifik bagi jamaah lansia agar mereka tidak merasa cemas saat menghadapi kepadatan di lapangan nantinya.

Sumbangsih ide dari KUA Sidikalang ini disambut positif oleh Kepala Kantor Kemenhaj Dairi, Dr. H. Muhammad Sanif, S.HI., M.Ag. Sebagai lembaga yang menaungi urusan haji, Kemenhaj Dairi memandang masukan dari KUA sangat valid karena KUA merupakan pihak yang paling dekat dan berinteraksi langsung dengan jamaah di wilayah masing-masing sejak tahap pendaftaran.

Selain urusan teknis ibadah, aspek kesehatan menjadi sorotan utama dalam rapat tersebut dengan kehadiran Kepala Dinas Kesehatan Dairi. KUA Sidikalang mengusulkan adanya sinkronisasi jadwal antara bimbingan manasik dengan pemeriksaan kesehatan berkala, sehingga jamaah tidak merasa kelelahan akibat jadwal yang terlalu padat dalam satu waktu. 



Evaluasi ini juga membedah efektivitas materi "Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan" yang menjadi tema besar tahun ini. KUA Sidikalang menekankan bahwa pendampingan bagi jamaah difabel memerlukan perhatian khusus, termasuk penyediaan fasilitas pendukung selama proses latihan agar seluruh rukun haji dapat dipahami dengan sempurna tanpa kendala fisik.

H. Riswan Gaja selaku Kakan Kemenag Dairi menginstruksikan agar seluruh masukan dari KUA Sidikalang segera diakomodasi dalam rencana tindak lanjut. Beliau mengingatkan bahwa evaluasi hari kelima ini bukan akhir, melainkan titik awal untuk memperbaiki SOP pelayanan agar jamaah Dairi mendapatkan pengalaman ibadah yang mabrur dan terlayani dengan prima.

Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga komunikasi intensif antar-instansi. Dengan adanya evaluasi yang transparan dan masukan konstruktif dari KUA Sidikalang, diharapkan sisa waktu persiapan menjelang keberangkatan haji 2026 dapat dimaksimalkan untuk menutupi segala kekurangan yang ditemukan selama lima hari manasik berlangsung. (MHS)

Bagikan Artikel Ini

Infografis