Gandeng Mahasiswa IAIN Bengkalis, KUA Bantan Gelar Sosialisasi Bahaya Pernikahan Dini di MAS Miftahul Ulum
Daerah

Gandeng Mahasiswa IAIN Bengkalis, KUA Bantan Gelar Sosialisasi Bahaya Pernikahan Dini di MAS Miftahul Ulum

  25 May 2026 |   10 |   Penulis : Biro Humas APRI Riau |   Publisher : Biro Humas APRI Riau

Bengkalis (Humas) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bantan mengambil langkah preventif dalam menekan angka pernikahan anak dengan menjadi narasumber utama dalam kegiatan Sosialisasi Bahaya Pernikahan Usia Dini. Kegiatan edukatif ini dilaksanakan di MAS Miftahul Ulum Bantan Air pada Sabtu (23/05/2026) pagi, mulai pukul 08.00 WIB.

Acara ini terselenggara berkat kerja sama kolaboratif dengan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkalis. Sebanyak 16 mahasiswa hadir mendampingi jalannya acara bersama Dosen Pendamping Lapangan, Bapak Abu Hurairah. Kehadiran tim KUA Bantan dan para mahasiswa ini disambut hangat oleh Kepala MAS Miftahul Ulum Bantan Air beserta majelis guru, serta diikuti secara antusias oleh 50 siswa madrasah tersebut.

Dalam pemaparannya, narasumber dari KUA Bantan mengupas tuntas berbagai dampak negatif dan risiko besar yang mengintai di balik pernikahan usia dini. Remaja yang menikah di bawah umur dinilai belum memiliki kesiapan secara emosional dan finansial, sehingga rentan memicu berbagai permasalahan sosial dan kesehatan.

Beberapa dampak utama yang disoroti oleh pihak KUA antara lain. 1, Tingginya Risiko Perceraian: Ketidakmatangan mental dalam berpikir dan mengambil keputusan membuat pasangan muda sangat rentan mengalami konflik rumah tangga. 2, Dampak Pendidikan dan Ekonomi: Pernikahan dini memicu tingginya angka putus sekolah yang berbanding lurus dengan kesulitan ekonomi di masa depan dan 3, Risiko Kesehatan: Sangat berisiko bagi kesehatan fisik, terutama kesiapan reproduksi ibu muda yang dapat berdampak buruk pada keselamatan ibu dan anak.

Tidak hanya memaparkan risiko, KUA Bantan juga memberikan formula konkret mengenai cara mengatasi dan mencegah terjadinya pernikahan dini di kalangan remaja. Peran sinergis antara pihak sekolah, orang tua, dan lingkungan sangat dibutuhkan.

"Pencegahan ini bisa kita lakukan mulai dari meningkatkan pendidikan agama dan memperluas pengetahuan remaja. Pengawasan orang tua terhadap pergaulan anak juga harus diperketat, diiringi dengan komunikasi yang hangat. Paling penting, berikan pemahaman kepada anak-anak kita tentang pentingnya mengejar cita-cita dan manfaatkan masa muda dengan kegiatan yang positif," jelas perwakilan KUA Bantan.

Sejalan dengan hal tersebut, Dosen Pendamping dari IAIN Bengkalis, Bapak Abu Hurairah, turut memberikan motivasi kepada para siswa yang hadir. Beliau mengajak generasi muda MAS Miftahul Ulum untuk fokus menata masa depan dan membekali diri dengan ilmu pengetahuan terlebih dahulu.

"Persiapkan masa depan kalian dengan matang. Kejar pendidikan setinggi-tingginya dan jangan terburu-buru untuk menikah sebelum memiliki kesiapan lahir dan batin yang kokoh," pesan Abu Hurairah.

Kegiatan sosialisasi berjalan dengan sangat tertib dan hidup. Aura interaktif terasa kental saat memasuki sesi tanya jawab. Para siswa tampak kritis dan aktif melontarkan berbagai pertanyaan seputar materi yang disampaikan, menunjukkan tingginya kepedulian mereka terhadap masa depan penikahan yang sehat dan terencana.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan para siswa MAS Miftahul Ulum Bantan Air dapat menjadi pelopor di lingkungannya dalam mengampanyekan gerakan pendewasaan usia perkawinan demi melahirkan generasi masa depan yang berkualitas.


Bagikan Artikel Ini

Infografis