Daerah

Wujud Nyata Ekoteologi, Staf KUA Bandar Khalifah Olah Hasil Kebun Jadi Makanan dan Berbagi dengan Warga
12 Nov 2025 | 215 | Penulis : Humas Cabang APRI Serdang Bedagai | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Bandar Khalifah, (Humas). Sebagai wujud nyata penerapan nilai-nilai ekoteologi dalam kehidupan sehari-hari, para staf Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bandar Khalifah menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat dengan cara yang kreatif serta inspiratif. Mereka tidak hanya menanam dan merawat berbagai jenis tanaman di lahan sekitar kantor, tetapi juga mengolah hasil kebun tersebut menjadi aneka makanan yang siap dikonsumsi dan dibagikan kepada warga sekitar., Rabu (12/11).
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi konsep ekoteologi, yaitu kesadaran spiritual dan moral terhadap alam yang menuntun manusia untuk menjaga, memanfaatkan, dan mensyukuri karunia Tuhan secara berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, staf KUA Bandar Khalifah berupaya menumbuhkan semangat cinta lingkungan, kemandirian pangan, serta mempererat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Menariknya, hasil kebun tersebut diolah langsung oleh empat staf KUA: Bunda Halimah Sinaga, Syarifah Nur, Merry Merdiana, dan Nazma Nurwanis. Dengan penuh kreativitas, mereka mengubah hasil panen seperti singkong menjadi makanan ringan, seperti keripik dan olahan tradisional lainnya. Seluruh proses dilakukan dengan memperhatikan prinsip ramah lingkungan, tanpa bahan pengawet, serta menggunakan kemasan sederhana yang dapat didaur ulang.
Setelah selesai diolah, makanan tersebut dibagikan kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk rasa syukur sekaligus sarana mempererat hubungan antara KUA dan warga. “Kami ingin menunjukkan bahwa menjaga bumi tidak hanya soal menanam, tapi juga bagaimana kita memanfaatkan hasilnya secara bijak dan berbagi dengan sesama,” ujar salah satu staf pengolah, Bunda Halimah Sinaga.
Plt. Kepala KUA Bandar Khalifah, Edi Syahputera Siregar, S.Ag, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah kecil namun bermakna dalam menanamkan nilai-nilai ekoteologi di lingkungan kerja KUA.
“Ekoteologi mengajarkan kita bahwa menjaga alam adalah bagian dari ibadah. Dari menanam hingga berbagi hasilnya, semua itu adalah bentuk syukur dan tanggung jawab kita sebagai hamba Allah,” ungkap Edi Syahputera Siregar.
Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa KUA Bandar Khalifah berkomitmen untuk terus mengembangkan kegiatan serupa, memperluas lahan tanam, serta melibatkan lebih banyak masyarakat sekitar dalam kegiatan produktif dan ramah lingkungan.
Masyarakat menyambut baik kegiatan ini. Selain mendapatkan manfaat langsung dari hasil olahan, mereka juga merasa lebih dekat dengan KUA. “Kami sangat senang, karena KUA bukan hanya melayani urusan keagamaan, tapi juga memberi contoh kepedulian sosial dan lingkungan,” kata salah seorang warga penerima.
Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, KUA Bandar Khalifah membuktikan bahwa nilai-nilai keagamaan dan pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring. Menanam, mengolah, dan berbagi menjadi wujud syukur dan kepedulian yang nyata bagi sesama dan alam semesta.