Kepala KUA Dayun Apresiasi Pujasera IRMAS Baiturrahman, Wujud Kemandirian Ekonomi Pemuda Masjid
08 Jun 2026 | 12 | Penulis : Biro Humas APRI Riau | Publisher : Biro Humas APRI Riau
Siak (Humas) Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Dayun, Najamudin, menghadiri Open Ceremony Pujasera Baiturrahman yang diselenggarakan oleh Ikatan Remaja Masjid (IRMAS) Baiturrahman Kampung Buana Makmur, Kecamatan Dayun. Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan mendapat sambutan positif dari masyarakat serta berbagai unsur pemerintahan dan pelaku usaha.
Acara peresmian turut dihadiri unsur pemerintah kecamatan, penghulu kampung, tokoh masyarakat, para pelaku usaha dari Kecamatan Dayun dan wilayah sekitarnya, serta masyarakat Kampung Buana Makmur yang memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif pemberdayaan ekonomi yang digagas oleh generasi muda masjid.
IRMAS Baiturrahman yang dipimpin oleh Sukirman selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Selain berperan dalam memakmurkan masjid melalui kegiatan ibadah dan pembinaan generasi muda, organisasi ini juga secara konsisten melaksanakan kegiatan sosial, seperti santunan anak yatim dan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Berbagai program sosial tersebut dapat terlaksana berkat dukungan para dermawan yang menyalurkan bantuan melalui IRMAS Baiturrahman. Kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh menjadi modal penting bagi organisasi tersebut untuk terus berkontribusi dalam pembangunan sosial dan keagamaan di Kampung Buana Makmur.
Kini, IRMAS Baiturrahman menunjukkan langkah yang lebih progresif melalui pembentukan Pujasera Baiturrahman sebagai unit usaha yang dikelola oleh pemuda masjid. Kehadiran pujasera tersebut menjadi bukti bahwa remaja masjid tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial, tetapi juga mampu mengembangkan usaha produktif yang memberikan manfaat ekonomi bagi organisasi dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala KUA Kecamatan Dayun, Najamudin, menyampaikan apresiasi atas semangat, kreativitas, dan inovasi yang ditunjukkan oleh IRMAS Baiturrahman. “Saya sangat bangga melihat semangat yang ditunjukkan oleh IRMAS Baiturrahman. Organisasi ini tidak hanya aktif memakmurkan masjid dan melaksanakan kegiatan sosial, tetapi juga mampu menghadirkan terobosan melalui usaha pujasera yang memiliki prospek ekonomi yang baik. Ini merupakan langkah yang patut diapresiasi dan dicontoh,” ujarnya.
Menurut Najamudin, keberadaan pujasera tidak hanya berfungsi sebagai sumber pendapatan organisasi, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan generasi muda agar lebih produktif, kreatif, dan mandiri secara ekonomi.
“Pujasera ini diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan bagi organisasi sekaligus membuka peluang usaha bagi para pemuda. Dari sini akan lahir generasi yang tidak hanya kuat dalam nilai-nilai keagamaan, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan,” tambahnya.
Ia berharap keberhasilan yang dirintis oleh IRMAS Baiturrahman dapat menjadi inspirasi bagi remaja masjid lainnya di Kecamatan Dayun maupun daerah sekitarnya untuk terus berinovasi, berkarya, dan berkontribusi dalam pembangunan masyarakat.
Sementara itu, Ketua IRMAS Baiturrahman, Sukirman, menjelaskan bahwa pembentukan pujasera merupakan bagian dari upaya organisasi dalam mewujudkan kemandirian ekonomi sekaligus memberdayakan pemuda di lingkungan Kampung Buana Makmur. Dengan dukungan masyarakat dan berbagai pihak, pihaknya optimistis usaha tersebut akan terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Peresmian Pujasera Baiturrahman menjadi bukti bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan umat di bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi. Melalui kolaborasi antara nilai-nilai keagamaan, kepedulian sosial, dan semangat kewirausahaan, IRMAS Baiturrahman menunjukkan bahwa pemuda masjid mampu menjadi motor penggerak perubahan yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat.
Dari masjid lahir generasi yang beriman, peduli terhadap sesama, dan mandiri dalam berkarya. Pujasera Baiturrahman menjadi bukti bahwa pemuda masjid mampu membangun ekonomi umat tanpa meninggalkan nilai-nilai agama. (Nj/Fz)