Wedding Wish Board: Inovasi KUA Medan Perjuangan, dari Papan Harapan, Menuju Keluarga Masa Depan
Daerah

Wedding Wish Board: Inovasi KUA Medan Perjuangan, dari Papan Harapan, Menuju Keluarga Masa Depan

  13 Jun 2026 |   25 |   Penulis : Biro Humas APRI Sumatera Utara |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Medan, (Humas). Suasana Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Perjuangan tampak berbeda dari biasanya. Jika umumnya KUA diidentikkan dengan tumpukan berkas dan prosesi sakral yang kaku, kini ada pemandangan menarik yang mencuri perhatian setiap pasang mata. Sebuah papan besar berdesain estetis berdiri anggun di salah satu sudut ruangan, siap menjadi saksi bisu untaian doa dari mereka yang baru saja mengikrarkan janji suci.

Inovasi segar ini lahir dari tangan dingin Kepala KUA Medan Perjuangan, H. Ramlan, S.Ag., MA. Melihat tingginya angka pasangan muda yang melangsungkan pernikahan, ia berinisiatif menyediakan Wedding Wish Board atau Papan Harapan Pernikahan. Fasilitas ini bukan sekadar pajangan pemanis ruangan, melainkan sebuah ruang kreasi dan kontemplasi bagi para pengantin baru untuk mengawali perjalanan hidup mereka.

Ramlan menjelaskan bahwa tujuan utama dari hadirnya papan harapan ini adalah untuk memberikan inspirasi dan motivasi yang mendalam bagi setiap pasangan. Melalui coretan pena di papan tersebut, mereka diajak untuk menyamakan visi dalam meraih tujuan utama pernikahan. Sebuah jangkar spiritual untuk membangun keluarga yang tidak hanya sakinah, mawaddah, warahmah, tetapi juga membawa maslahah atau kebermanfaatan bagi masyarakat luas di masa depan.

Bagi sepasang kekasih yang baru saja sah menjadi suami istri, momen setelah akad seringkali dipenuhi rasa haru dan bahagia yang membuncah. Di sinilah Wedding Wish Board mengambil peran sebagai wadah emosi yang positif. Pasangan pengantin diberikan kesempatan bersama untuk menuangkan segala harapan, impian, dan cita-cita besar yang ingin mereka rengku setelah resmi mengarungi bahtera rumah tangga. 

"Kami ingin setiap pasangan tidak hanya fokus pada megahnya acara resepsi, tetapi lebih kepada fondasi masa depan setelah hari pernikahan itu usai," ujar H. Ramlan dengan senyum hangat saat ditemui di ruang kerjanya.

Lebih dari sekadar menulis kata-kata mutiara, aktivitas ini dirancang untuk meningkatkan kreativitas dan refleksi diri bagi pasangan pengantin. Saat berdiri berdua di depan papan, mereka dituntut untuk saling berkomunikasi, menyelaraskan pikiran, dan merenungkan komitmen jangka panjang. Proses sederhana ini secara tidak langsung melatih keterbukaan dan kerja sama tim yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan pernikahan.


Menariknya, inovasi ini juga menyasar pendekatan emosional yang erat dengan generasi muda, khususnya Gen Z yang menyukai hal-hal visual dan interaktif. H. Ramlan dengan jeli memanfaatkan momentum ini dengan menyertakan sebuah tagline keren yang kini mulai akrab di telinga masyarakat, yaitu "Nikah di KUA, Keren". Tagline ini mengikis stigma kuno bahwa menikah di KUA adalah pilihan yang membosankan atau sekadar alternatif instan.

Dengan adanya Papan Harapan dan tagline yang kekinian, KUA Medan Perjuangan berhasil mengubah citra institusi pemerintah menjadi lebih ramah pemuda, modern, dan penuh sarat makna. Para pengantin Gen Z kini merasa bangga dan tidak ragu untuk membagikan momen sakral mereka di media sosial. Hal ini membuktikan bahwa kesakralan ibadah pernikahan bisa berjalan selaras dengan tren perkembangan zaman.

Respon dari masyarakat, khususnya para pasangan baru, terbilang sangat positif dan antusias. Banyak dari mereka yang merasa tersentuh karena diberikan ruang khusus untuk menuliskan komitmen awal mereka sebagai suami istri. Beberapa coretan di papan tersebut berisi doa sederhana untuk saling setia, sementara yang lain menuliskan target mulia seperti membangun usaha bersama atau menyekolahkan anak hingga ke tingkat tertinggi.

Melalui langkah kecil yang visioner ini, H. Ramlan berharap KUA Medan Perjuangan dapat menjadi pelopor dalam memberikan pelayanan yang berorientasi pada ketahanan keluarga. Pernikahan yang kuat dimulai dari perencanaan dan niat yang matang, dan papan harapan ini adalah langkah awal untuk merawat ingatan tersebut ketika badai rumah tangga sewaktu-waktu datang menerpa.

Kini, setiap lembar kertas dan coretan spidol yang tertempel di Wedding Wish Board KUA Medan Perjuangan telah menjadi galeri doa yang terus bertumbuh. Inovasi ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan publik tidak melulu soal administrasi, melainkan tentang bagaimana menyentuh sisi humanis masyarakat dan menginspirasi mereka menuju masa depan yang lebih cerah dan berkah. (MHS/RML)

Bagikan Artikel Ini

Infografis