Somawangi Jadi Panggung Toleransi! Penguatan Kampung Moderasi Beragama Satukan Islam, Kristen, Katolik, Buddha, dan Penghayat Kepercayaan
Daerah

Somawangi Jadi Panggung Toleransi! Penguatan Kampung Moderasi Beragama Satukan Islam, Kristen, Katolik, Buddha, dan Penghayat Kepercayaan

  16 Sep 2025 |   231 |   Penulis : APRI mBanjar |   Publisher : Biro Humas APRI Jawa Tengah

Banjarnegara – Desa Somawangi, Kecamatan Mandiraja, hari ini mencatat sejarah baru dalam perjalanan kerukunan antarumat beragama. Bertempat di Aula Balai Desa Somawangi, digelar acara Penguatan Kampung Moderasi Beragama dengan mengusung tema penuh makna: “Harmoni dalam Keberagaman.”

Acara yang dikemas dalam bentuk talk show ini menghadirkan deretan tokoh penting, di antaranya Kepala Desa Somawangi Sigro Pranantyo, Camat Mandiraja Susanto, Kepala KUA Mandiraja beserta jajaran, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara yang diwakili oleh Kasi Bimas Islam, Slamet Wahyudi. Tak ketinggalan unsur Forkompincam Mandiraja, tokoh lintas agama, hingga para penghayat kepercayaan ikut menyemarakkan kegiatan ini.

Kehadiran para tokoh dan masyarakat lintas keyakinan tersebut menegaskan bahwa Somawangi adalah contoh nyata bagaimana perbedaan bisa dirangkai menjadi harmoni.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Somawangi Sigro Pranantyo menegaskan bahwa keberagaman adalah aset. “Somawangi harus berdiri di garda terdepan sebagai desa teladan dalam toleransi. Kita buktikan bahwa kebersamaan jauh lebih kuat daripada perbedaan,” tegasnya disambut tepuk tangan meriah.

Camat Mandiraja, Susanto, juga memberikan semangat kepada seluruh peserta. “Moderasi beragama bukan hanya program pemerintah, tapi ruh kehidupan kita bersama. Inilah jalan menjaga persatuan bangsa,” ujarnya lantang.

Sementara itu, Slamet Wahyudi, selaku Kasi Bimas Islam Kemenag Banjarnegara yang hadir mewakili Kepala Kemenag, menekankan bahwa kerukunan di Banjarnegara harus dijaga sebagai wajah asli Indonesia. “Perbedaan adalah rahmat. Jika dirawat dengan baik, ia akan melahirkan kekuatan luar biasa bagi bangsa ini,” ungkapnya penuh makna.

Suasana talk show berlangsung hangat, penuh keakraban, dan sarat inspirasi. Setiap tokoh lintas agama menyuarakan pesan damai, mengajak seluruh warga untuk merawat persaudaraan dan menghindari sikap ekstrem yang dapat memecah belah.

Dengan semangat kebersamaan itu, Desa Somawangi kini digadang-gadang menjadi laboratorium hidup moderasi beragama, sekaligus mercusuar harmoni yang memancarkan cahaya kedamaian dari Banjarnegara untuk Indonesia. (Fs/azd)

Bagikan Artikel Ini

Infografis