Sinergi Lintas Sektoral: KUA dan PLKB Huristak Gelar Bimbingan Perkawinan Intensif bagi Calon Pengantin
Daerah

Sinergi Lintas Sektoral: KUA dan PLKB Huristak Gelar Bimbingan Perkawinan Intensif bagi Calon Pengantin

  14 Apr 2026 |   21 |   Penulis : Biro Humas APRI Sumatera Utara |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Huristak, (Humas). Bertempat di Aula Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Huristak, sebuah langkah preventif dalam memperkuat ketahanan keluarga digelar melalui agenda Bimbingan Perkawinan (Bimwin). Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antara KUA Kecamatan Huristak dengan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Huristak, yang menyasar para calon pengantin (catin) di wilayah tersebut.

Sebanyak 6 pasang calon pengantin menjadi peserta dalam bimbingan intensif ini. Di antara para peserta, tampak hadir pasangan Ahmad Berlin Harahap yang berasal dari Desa Pasir Pinang dan pasangannya, Sri Wahwuni Harahap dari Desa Gonting Julu. Kehadiran mereka bersama pasangan lainnya menjadi bukti tingginya kesadaran generasi muda di Kecamatan Huristak akan pentingnya bekal ilmu sebelum memasuki jenjang pernikahan.

Kepala KUA Kecamatan Huristak, Abdullah Khomis, S.Ag, dalam pidato pembukaannya menyampaikan bahwa angka perceraian yang masih fluktuatif di berbagai daerah harus ditekan melalui edukasi hulu. "Pernikahan bukan hanya soal resepsi satu hari, melainkan perjalanan seumur hidup. Melalui bimbingan ini, kami ingin memastikan bahwa setiap catin memiliki kematangan mental dan pemahaman agama yang mendalam mengenai hak serta kewajiban masing-masing," tegas Abdullah Khomis.



Materi keagamaan diperkuat oleh kehadiran Ketua MUI Kecamatan Huristak, Banuaran Daulay, yang memaparkan filosofi keluarga sakinah. Beliau menekankan pentingnya komunikasi dua arah dan penyelesaian konflik berdasarkan syariat Islam. Sisi menarik dari kolaborasi ini adalah keterlibatan aktif Koordinator PLKB Kecamatan Huristak, Nagori Hasibuan. Dalam sesinya, beliau menyoroti isu kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga yang matang. Fokus utama yang disampaikan adalah mengenai pencegahan stunting sejak masa pra-nikah. Para calon pengantin diberikan pemahaman mengenai pola asuh, gizi seimbang, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala bagi ibu hamil nantinya. Hal ini sejalan dengan program pemerintah pusat dalam menciptakan generasi emas yang sehat secara fisik dan mental.

Keberhasilan acara ini juga tidak terlepas dari peran aktif organisasi profesi dan para penyuluh di lapangan. Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kecamatan Huristak, Sarwedi Rambe, S.Sy, M.E, hadir memberikan motivasi terkait peran penyuluh sebagai pendamping masyarakat. Materi teknis mengenai dinamika keluarga disampaikan secara interaktif oleh para Penyuluh Agama Islam, Pangulu Harahap, S.Sos.I dan Salbiah Nasution, S.Pd.

Keduanya memfasilitasi diskusi kelompok agar para peserta tidak hanya mendengar, tetapi juga mampu mensimulasikan penyelesaian masalah dalam rumah tangga. Sementara itu, kelancaran operasional dan administratif di balik layar dikawal ketat oleh Penata Layanan Operasional, Paisal Hasibuan, S.Pd dan Rahalim Harahap, S.Pd, yang memastikan seluruh berkas dan fasilitas pendukung tersedia dengan baik.

Dengan adanya bimbingan yang komprehensif ini, diharapkan para pasangan seperti Ahmad Berlin Harahap dan Sri Wahwuni Harahap dapat membangun rumah tangga yang tangguh. KUA Huristak berkomitmen untuk terus menjadikan program Bimwin sebagai syarat esensial yang tidak hanya bersifat formalitas, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi kualitas hidup masyarakat di Kecamatan Huristak. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan secara simbolis materi panduan keluarga sakinah kepada perwakilan peserta.

Bagikan Artikel Ini

Infografis