Sinergi dalam Rangka Hari Jadi Banjarnegara ke-455: Penghulu KUA Pagentan Banjarnegara Racik Dawet Ayu di KUA Pagentan demi Pecahkan Rekor MURI
26 Feb 2026 | 51 | Penulis : APRI mBanjar | Publisher : Biro Humas APRI Jawa Tengah
BANJARNEGARA – Kamis, 26 Februari 2026, menjadi hari yang bersejarah bagi masyarakat Kabupaten Banjarnegara. di tengah gempita perayaan (Hari jadi) Kabupaten Banjarnegara yang ke-455, suasana penuh keakraban terpancar dari halaman Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan. Sosok penghulu sekaligus figur hukum, Nasta'in, S.H., M.H., tampak sibuk meracik minuman legendaris, Dawet Ayu khas Banjarnegara, bersama seluruh pegawai KUA setempat.
Aksi kolektif ini bukan sekadar jamuan makan siang biasa, melainkan bagian dari gerakan masif Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dalam memecahkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Tahun ini, Banjarnegara menorehkan tinta emas dengan menyelenggarakan aksi minum Dawet Ayu serentak oleh peserta di berbagai titik, mulai dari pusat kota hingga ke pelosok kecamatan seperti Pagentan.
Sesuai dengan tema Hari jadi tahun ini, "Maju dan Sejahtera", keterlibatan instansi keagamaan seperti KUA menunjukkan bahwa kemajuan daerah harus dipikul bersama oleh seluruh elemen masyarakat. Nasta'in, dengan piawai mencampurkan santan gurih, gula aren cair, dan cendol hijau aroma pandan ke dalam gelas-gelas yang telah disiapkan oleh para stafnya.
"Kegiatan ini adalah wujud syukur kami atas usia Banjarnegara yang sudah mencapai 455 tahun. Kami di KUA Pagentan ingin menunjukkan bahwa pelayanan publik dan pelestarian budaya bisa berjalan beriringan," ujar salah satu staf yang turut membantu proses pembuatan dawet tersebut.
Bagi Nasta'in, S.H., M.H., momen pemecahan rekor MURI ini memiliki makna filosofis yang mendalam. Dawet Ayu, yang merupakan ikon kuliner kebanggaan Banjarnegara, menjadi pemersatu di tengah keberagaman tugas mereka sebagai pelayan masyarakat di bidang keagamaan.
Usai meminum dawet secara serentak tepat pada waktu yang ditentukan oleh panitia kabupaten, Nasta'in memberikan pernyataannya kepada media. Ia mengaku sangat bangga melihat antusiasme yang luar biasa, tidak hanya dari jajaran birokrasi, tetapi juga dari masyarakat yang hadir di sekitar lingkungan KUA.
"Memecahkan rekor MURI dengan meminum dawet ayu serentak semoga menjadi hal yang positif untuk kemajuan Banjarnegara di waktu mendatang, hal demikian sangat membuat saya terkesan," tutur Nasta'in, S.H., M.H. dengan penuh semangat.
Perayaan Hari jadi ke-455 ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan ekonomi kreatif di Banjarnegara. Dengan dipromosikannya Dawet Ayu melalui pemecahan rekor MURI, potensi lokal diharapkan semakin dikenal luas secara nasional maupun internasional.
Pihak KUA Pagentan berharap, semangat "Maju dan Sejahtera" tidak hanya berhenti pada seremoni pemecahan rekor semata, tetapi juga tertanam dalam etos kerja sehari-hari untuk memberikan pelayanan terbaik bagi warga Banjarnegara. Acara ditutup dengan doa bersama untuk kemakmuran kabupaten tercinta dan sesi foto bersama seluruh jajaran pegawai KUA Pagentan sebagai kenang-kenangan atas pencapaian bersejarah ini.
(Nasta’in)