KUA Kecamatan Bantan Gelar Kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di MA Al-Ulum Desa Ulu Pulau
Daerah

KUA Kecamatan Bantan Gelar Kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di MA Al-Ulum Desa Ulu Pulau

  09 Jun 2026 |   12 |   Penulis : Biro Humas APRI Riau |   Publisher : Biro Humas APRI Riau

Bengkalis (Humas) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bantan melaksanakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di Madrasah Aliyah (MA) Al-Ulum Desa Ulu Pulau pada Selasa (09/06/2026). Kegiatan ini bertujuan memberikan pembinaan keagamaan dan penguatan karakter kepada para remaja agar mampu mempersiapkan diri menghadapi masa depan dengan baik.

Acara dibuka oleh Kepala KUA Kecamatan Bantan yang diwakili oleh Penghulu Faisal Amin, S.Sos. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya memanfaatkan masa remaja sebagai periode yang sangat berharga untuk menuntut ilmu, mengembangkan potensi diri, serta meraih cita-cita yang diimpikan.

“Remaja merupakan generasi penerus bangsa yang harus mampu memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Isilah masa muda dengan kegiatan yang positif, belajar dengan sungguh-sungguh, serta mempersiapkan diri untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujar beliau dalam sambutannya.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh para narasumber. Pada sesi pertama, materi disampaikan oleh Muhammad Fazli, M.Pd, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bantan, dengan tema Thaharah (Bersuci). Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa thaharah merupakan salah satu aspek penting dalam ajaran Islam karena menjadi syarat sah berbagai ibadah, terutama salat.

Beliau menerangkan bahwa Islam sangat menekankan pentingnya menjaga kebersihan, baik kebersihan badan, pakaian, maupun lingkungan. Thaharah tidak hanya dimaknai sebagai membersihkan diri dari hadas dan najis, tetapi juga sebagai upaya membentuk pribadi yang disiplin, sehat, dan bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan sekitar.

Di akhir sesi, beliau mengajak para siswa untuk membiasakan hidup bersih dan menjaga kesucian diri sejak dini. Menurutnya, kebersihan merupakan bagian dari keimanan dan menjadi cerminan akhlak seorang muslim yang baik.

Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Sodiqin, S.Th.I yang mengangkat tema bahaya nikah dini. Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa pernikahan merupakan ibadah yang mulia dan dianjurkan dalam Islam, namun harus dilaksanakan dengan persiapan yang matang, baik dari segi fisik, mental, emosional, maupun ekonomi.

Beliau menjelaskan bahwa pernikahan yang dilakukan pada usia terlalu muda sering kali menimbulkan berbagai permasalahan. Dari sisi pendidikan, nikah dini dapat menyebabkan terputusnya kesempatan belajar sehingga menghambat pengembangan potensi diri dan pencapaian cita-cita. Dari sisi ekonomi, pasangan yang belum memiliki pekerjaan dan penghasilan yang memadai berisiko menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Dari aspek kesehatan, Sodiqin menerangkan bahwa kehamilan pada usia yang terlalu muda memiliki risiko yang lebih tinggi bagi ibu maupun anak. Oleh karena itu, para remaja diharapkan mampu merencanakan masa depan dengan baik, fokus menuntut ilmu, mengembangkan keterampilan, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang matang sebelum memasuki jenjang pernikahan.

Beliau menutup materinya dengan memberikan motivasi kepada para siswa agar tidak terburu-buru menikah, melainkan memanfaatkan masa remaja untuk belajar, berprestasi, dan mempersiapkan masa depan yang lebih cerah. 

Kegiatan BRUS berlangsung dengan antusias dan mendapat sambutan positif dari para siswa MA Al-Ulum. Melalui kegiatan ini diharapkan para remaja dapat meningkatkan pemahaman keagamaan, memiliki perencanaan hidup yang baik, serta mampu menghindari berbagai permasalahan yang dapat menghambat masa depan mereka.

i

Bagikan Artikel Ini

Infografis