Belajar Menikah Jadi Asyik: Marton Abdurrahman & Penghulu Kota Tengah Gunakan Metode BSC dalam Bimwin Mandiri
Daerah

Belajar Menikah Jadi Asyik: Marton Abdurrahman & Penghulu Kota Tengah Gunakan Metode BSC dalam Bimwin Mandiri

  09 Jun 2026 |   24 |   Penulis : Biro Humas APRI Gorontalo |   Publisher : Biro Humas APRI Gorontalo

KOTA TENGAH – Siapa bilang bimbingan perkawinan (Bimwin) itu membosankan dan kaku? KUA Kecamatan Kota Tengah membuktikan sebaliknya. Melalui program Bimwin Mandiri, Sembilan (9)  pasang calon pengantin (catin) diajak belajar membangun rumah tangga dengan metode yang interaktif, visual, dan menyenangkan menggunakan inovasi "BSC" (Bimbingan Smart Card).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor KUA Kecamatan Kota Tengah ini dipimpin langsung oleh Kepala KUA, H. Marton Abdurrahman, S.Ag., M.Hi., serta difasilitasi oleh Penghulu KUA Kota Tengah, Sabrun Haras, S.HI.
Selasa, (9/6/26).

Inovasi BSC: Materi Kompleks Jadi Simpel

Inti dari kegiatan ini adalah penggunaan media Smart Card atau kartu pintar berisi poin-poin kunci pra-nikah. Alih-alih hanya mendengarkan ceramah satu arah, para catin diajak berdiskusi, bermain peran (role-play), dan membedah kasus nyata menggunakan panduan visual dari kartu tersebut.

Materi yang disampaikan mencakup:
1.  Kesehatan Reproduksi & Keluarga Berencana: Bersama narasumber dari Puskesmas dan PLKB.
2.  Manajemen Keuangan & Konflik Rumah Tangga: Tips praktis mengelola ekonomi keluarga sejak dini.
3.  Hak & Kewajiban Suami Istri: Pemahaman fikih munakahat yang mudah dicerna.
4.  Simulasi Akad Nikah: Panduan teknis ijab kabul yang dipandu langsung oleh Penghulu Sabrun Haras.

"Kami ingin catin tidak hanya 'hadir' secara fisik, tapi juga 'hadir' secara mental. Dengan BSC, materi yang berat jadi ringan, yang rumit jadi sederhana. Mereka jadi lebih berani bertanya dan aktif berdiskusi," ungkap H. Marton Abdurrahman.

Peran Aktif Penghulu dalam Pendampingan

Penghulu Sabrun Haras, S.HI., memainkan peran penting dalam sesi simulasi. Ia menggunakan BSC untuk menjelaskan tata cara akad nikah yang sah menurut agama dan negara, sekaligus memberikan tips agar catin tidak gugup saat hari H tiba.
"Banyak catin yang grogi saat akad karena kurang paham alur dari ijab qabul. Selain bimbingan Lewat kartu ini, kita simulasikan ucapan ijab qabul. Alhamdulillah, respon mereka sangat antusias. Mereka jadi merasa lebih siap dan percaya diri," kata Sabrun Haras.

Respon Positif Calon Pengantin

Para peserta Bimwin menyatakan puas dengan metode baru ini. Salah satu calon pengantin pria, Afrianto Pratama Warman Kasim mengaku bahwa bimbingan kali ini sangat berbeda dari ekspektasinya.
"Ternyata belajar menikah bisa seseru ini. Tidak cuma teori, tapi ada praktik dan diskusi pakai kartu-kartu keren. Jadi lebih paham apa yang harus disiapkan, bukan cuma soal pesta, tapi soal mental dan ilmu," ujarnya.
Dengan inovasi BSC ini, KUA Kecamatan Kota Tengah terus berkomitmen menghadirkan layanan bimbingan perkawinan yang adaptif, relevan, dan berkualitas, demi mencetak generasi keluarga Indonesia yang tangguh dan bahagia.

Bagikan Artikel Ini

Infografis