Sentuhan Spiritual di Tengah Tugas, KUA Gunungsitoli Utara Dalami Dzikir Shalat
Daerah

Sentuhan Spiritual di Tengah Tugas, KUA Gunungsitoli Utara Dalami Dzikir Shalat

  10 Jun 2026 |   10 |   Penulis : Humas Cabang APRI Kota Gunung Sitoli |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Gunungsitoli Utara (Humas) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gunungsitoli Utara kembali melaksanakan kegiatan pembinaan keagamaan melalui program Bina Iman pada Rabu, 10 Juni 2026 yang dimulai pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai KUA sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat kualitas spiritual aparatur serta meningkatkan pemahaman keagamaan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Program ini menjadi agenda rutin yang terus dilaksanakan sebagai sarana pembinaan mental dan spiritual ASN di lingkungan KUA. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan membangun semangat kerja yang dilandasi nilai-nilai keagamaan.

Pada kegiatan kali ini, materi pembinaan disampaikan langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Gunungsitoli Utara, Amir Sidik Harefa. Adapun materi yang dibahas merupakan lanjutan dari pertemuan sebelumnya, yakni mengenai dzikir dalam shalat, dengan fokus pada dzikir panjang dan dzikir pendek. Dalam penyampaiannya, Kepala KUA menjelaskan pentingnya memahami bacaan dzikir tidak hanya dari sisi hafalan, tetapi juga dari makna dan penghayatan agar dapat meningkatkan kualitas ibadah. Ia juga menekankan bahwa pemahaman yang baik terhadap dzikir akan membantu membangun kesadaran spiritual yang lebih mendalam dalam setiap pelaksanaan shalat.

Kegiatan berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh perhatian dari para pegawai. Selain penyampaian materi, sesi pembinaan juga diisi dengan praktik langsung pelafalan dzikir dalam shalat. Hal ini bertujuan agar para pegawai dapat memperbaiki bacaan sesuai dengan tuntunan yang benar, sekaligus meningkatkan kekhusyukan dalam beribadah. Metode pembinaan yang menggabungkan teori dan praktik ini dinilai efektif dalam memperdalam pemahaman peserta. Para peserta juga diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi guna memperjelas materi yang telah disampaikan.

Dalam arahannya, Amir Sidik Harefa menegaskan bahwa kegiatan Bina Iman memiliki peran penting dalam membentuk karakter ASN Kementerian Agama yang religius dan berintegritas. Ia menyampaikan bahwa kualitas ibadah yang baik akan berbanding lurus dengan kualitas kinerja pegawai dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, pembinaan keagamaan harus terus dijaga dan dilaksanakan secara konsisten. Ia juga mengajak seluruh pegawai untuk menjadikan kegiatan ini sebagai kebutuhan rohani, bukan sekadar rutinitas semata.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pegawai KUA Gunungsitoli Utara dapat semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat. Program Bina Iman diharapkan menjadi sarana refleksi diri yang berkelanjutan dalam mendukung terwujudnya pelayanan publik yang profesional dan berakhlak. Ke depan, kegiatan ini akan terus dikembangkan dengan materi yang lebih variatif guna menjawab kebutuhan pembinaan spiritual aparatur. (DIH)

Bagikan Artikel Ini

Infografis