Satu Hari Dua Misi: Marton Abdurrahman Kukuhkan Pengurus Masjid Al-Muhajirin dan Bentengi Majelis Taklim Nur Hidayah dari Hoaks
Daerah

Satu Hari Dua Misi: Marton Abdurrahman Kukuhkan Pengurus Masjid Al-Muhajirin dan Bentengi Majelis Taklim Nur Hidayah dari Hoaks

  08 May 2026 |   76 |   Penulis : Biro Humas APRI Gorontalo |   Publisher : Biro Humas APRI Gorontalo

KOTA TENGAH, 7 Mei 2026 – Kesibukan tinggi ditunjukkan oleh Kepala KUA Kecamatan Kota Tengah, H. Marton Abdurrahman, S.Ag., M.HI, pada Kamis (7/5/2026). Usai memimpin pengukuhan Pengurus Ta’mirul Masjid Besar Al-Muhajirin Kec.Kota Tengah, beliau langsung melanjutkan agenda pembinaan ke Majelis Taklim (MT) Nur Hidayah di Kelurahan Pulubala malam harinya .

Kegiatan yang bertempat di sekretariat MT Nur Hidayah ini dihadiri oleh sejumlah pejabat, anggota dewan, dan tokoh agama setempat yang merupakan anggota Majelis Taklim, serta para  Penyuluh Agama Islam pada Kua Kota Tengah.Dalam arahannya, Marton menyampaikan dua poin strategis:

1. Peran Vital Majelis Taklim: Menegaskan bahwa MT harus menjadi pusat pemberdayaan umat dan solusi masalah sosial di masyarakat, bukan sekadar tempat pengajian rutin.

2. Waspada Hoaks Kemenag: Marton secara khusus mengingatkan jamaah agar kritis terhadap berita negatif di media sosial yang menyoroti Menteri Agama dan Kementerian Agama.
"Banyak informasi negatif yang beredar adalah hoaks dan provokasi. Saya mohon kepada para tokoh dan anggota MT Nur Hidayah untuk melakukan tabayyun (cek fakta). Jangan mudah terprovokasi yang dapat memecah belah umat," tegas Marton.

Beliau memberikan tiga instruksi penting kepada jamaah MT Nur Hidayah:

1. Tabayyun (Cek Fakta): Jangan pernah membagikan informasi sebelum memastikan kebenarannya dari sumber resmi.

2. Jangan Terprovokasi: Umat Islam harus memiliki filter yang kuat. Jangan mudah tersulut emosi oleh judul berita yang clickbait atau konten yang menyesatkan.

3.Jadilah Agen Perdamaian: Sebagai anggota majelis taklim, jadilah pihak yang meluruskan informasi di lingkungan keluarga dan tetangga, bukan yang menyebarkan kegaduhan.

"Jika kita tidak hati-hati, kita bisa terjebak dalam fitnah yang dosanya terus mengalir. Mari kita jaga nama baik agama dan negara dengan menjadi pengguna media sosial yang cerdas dan santun," tambah beliau disambut anggukan setuju dari para hadirin.

Dukungan Tokoh dan Pejabat
Kehadiran para pejabat dan anggota dewan dalam pengajian ini mendapat apresiasi tinggi dari Marton. "Ini bukti bahwa sinergi antara pemerintah, legislatif, dan ulama di Kota Tengah sangat solid. Ketika para pemimpin duduk bersama dalam majelis ilmu seperti ini, insya Allah keberkahan akan turun bagi seluruh warga Pulubala dan Kota Tengah," ungkapnya.

Salah satu tokoh agama yang hadir menyatakan komitmen untuk segera mensosialisasikan pesan Kepala KUA ini kepada anggota lain di masing-masing lingkungan. "Pesan Pak Marton sangat tepat waktu. Kami akan pastikan anggota MT Nur Hidayah tidak termakan isu-isu miring tentang Kemenag. Kami akan fokus pada penguatan iman dan amal shaleh," katanya.
Sambutan dan arahan diakhiri dengan penyerahan Surat Keterangan terdaftar Majelis Taklim Nur Hidayah yang diterbitkan oleh Kantor Kementerian Agama Kota Gorontalo oleh Kepala Kua Kec.Kota Tengah kepada Ketua Majelis Taklim Nur Hidayah.

Bagikan Artikel Ini

Infografis