Daerah

Sapu Bersih 3 Kategori Tilawah, Kepala KUA Sidikalang : Generasi Qur'ani Harus Tetap Rendah Hati
15 May 2026 | 7 | Penulis : Biro Humas APRI Sumatera Utara | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Sidikalang, (Humas). Suasana haru dan bangga menyelimuti pemondokan kafilah Kecamatan Sidikalang di Desa Bintang Mersada, Rabu malam (13/05). Di tengah temaram lampu dan sisa euforia kemenangan sebagai Juara Umum MTQN ke-51 tingkat Kabupaten Dairi, sebuah pesan mendalam terselip di antara tepuk tangan syukur ke-28 peserta yang telah berjuang mengharumkan nama kecamatan.
Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Sidikalang, H. Abdul Yajid Lingga, S.Ag., MM, berdiri di hadapan para duta Al-Qur'an tersebut dengan tatapan penuh apresiasi. Baginya, piala bergilir yang kembali singgah di tangan mereka bukanlah sebuah garis finis, melainkan sebuah gerbang menuju tantangan yang lebih besar.
"Ini bukan akhir, tapi awal langkah kita menuju prestasi hingga titik nadir perjuangan. Keberhasilan mempertahankan gelar ini adalah bukti bahwa kita memiliki potensi, namun jangan pernah merasa sampai di puncak lalu berhenti mendaki," tegas Abdul Yajid Lingga dalam sambutan pelepasan kafilah malam itu.
Pernyataan tersebut menjadi pelecut semangat bagi para peserta. Ia menekankan bahwa istilah "titik nadir" dalam konteks ini adalah tentang komitmen totalitas—berjuang habis-habisan hingga batas kemampuan terdalam demi mensyiarkan nilai-nilai Al-Qur'an, bukan sekadar mengejar trofi semata.
Kemenangan Kecamatan Sidikalang tahun ini memang terbilang fenomenal dan mencatatkan sejarah unik. Dominasi mereka tidak tergoyahkan setelah berhasil menyabet 9 medali Juara 1 dari 8 kategori lomba yang dipertandingkan. Sebuah capaian yang mempertegas kualitas pembinaan yang dilakukan di bawah naungan KUA dan LPTQ Kecamatan Sidikalang.

Hal yang paling mencuri perhatian dan menjadi buah bibir sepanjang kompetisi adalah dominasi mutlak di cabang Tilawah. Secara mengejutkan, kafilah Sidikalang berhasil menyapu bersih gelar Juara 1 pada kategori ini, mulai dari tingkat anak-anak, remaja, hingga dewasa, baik untuk golongan putra maupun putri.
Sapu bersih di cabang Tilawah ini dianggap sebagai pencapaian langka yang menunjukkan regenerasi qari dan qariah di Sidikalang berjalan dengan sangat baik. Keberhasilan para peserta di semua tingkatan umur tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan dilakukan secara merata dan berkelanjutan dari generasi ke generasi.
H. Abdul Yajid Lingga menambahkan bahwa kuncinya adalah kedisiplinan dan kerendahan hati. Keberhasilan meraih Juara 1 di sektor-sektor krusial tersebut adalah hasil dari latihan panjang yang tidak mengenal lelah, yang dilakukan para peserta jauh sebelum panggung MTQN di Bintang Mersada berdiri tegak.
Menutup arahannya, ia berharap semangat dari 28 kafilah ini tetap menyala saat kembali ke lingkungan masing-masing. Langkah awal yang telah dipijakkan dengan gemilang di tingkat kabupaten ini diharapkan menjadi fondasi kokoh untuk melangkah lebih jauh, membawa nama baik Dairi ke ajang yang lebih tinggi di tingkat provinsi maupun nasional. (MHS)