Sambut Muharram 1448 H, Penghulu KUA Gunungsitoli Utara Ajak Jamaah Perkuat Iman dan Muhasabah Diri
12 Jun 2026 | 37 | Penulis : Humas Cabang APRI Kota Gunung Sitoli | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Gunungsitoli Utara (Humas) — Penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gunungsitoli Utara, Dafiq Iman Hakim MS, S.H., melaksanakan tugas sebagai khatib pada pelaksanaan Sholat Jumat di Masjid Jami Syuhada, Desa Olora, Kecamatan Gunungsitoli Utara, pada Jumat (12/06/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari pelayanan keagamaan kepada masyarakat di wilayah kerja KUA, sekaligus bentuk pembinaan umat melalui mimbar dakwah yang rutin dilaksanakan di berbagai desa binaan. Kehadiran penghulu di tengah-tengah masyarakat tidak hanya sebagai pelaksana tugas formal, tetapi juga sebagai pembimbing spiritual yang memberikan pencerahan keagamaan yang menyejukkan. Jamaah yang hadir tampak antusias mengikuti rangkaian ibadah dengan khidmat, menunjukkan tingginya semangat keagamaan masyarakat setempat dalam menyambut pesan-pesan keislaman yang disampaikan.
Dalam khutbahnya, Dafiq Iman Hakim mengangkat tema menyambut datangnya bulan Muharram 1448 Hijriah sebagai momentum penting bagi umat Islam untuk melakukan refleksi diri. Ia mengajak jamaah untuk menyadari bahwa pergantian tahun dalam kalender Hijriah bukan sekadar perubahan waktu, melainkan kesempatan untuk memperbaiki kualitas iman dan ketakwaan kepada Allah SWT. Menurutnya, setiap detik yang berlalu merupakan amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban, sehingga harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Ia juga mengingatkan bahwa kehidupan yang terus berjalan hendaknya diiringi dengan peningkatan kualitas ibadah dan akhlak, agar waktu yang diberikan Allah tidak terbuang sia-sia. Dengan demikian, pergantian tahun menjadi momen evaluasi diri untuk menilai sejauh mana kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa bulan Muharram termasuk salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam (asyhurul hurum), yang di dalamnya umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah, seperti puasa sunnah, sedekah, dan memperbanyak dzikir. Ia juga mengingatkan pentingnya meneladani peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW sebagai simbol perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, baik secara spiritual maupun sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan tempat, tetapi juga sebagai perubahan sikap dan perilaku menuju kebaikan yang lebih luas. Oleh karena itu, ia mengajak jamaah untuk menjadikan Muharram sebagai titik awal memperbaiki diri secara konsisten dan berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, khutbah juga menyoroti pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah dan memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat. Dafiq mengajak jamaah untuk menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai ajang mempererat persatuan, saling tolong-menolong, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada mereka yang membutuhkan. Ia menegaskan bahwa nilai kebersamaan dan solidaritas merupakan bagian penting dalam ajaran Islam yang harus terus dijaga dan dipraktikkan dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam kondisi sosial yang terus berkembang, umat Islam diharapkan mampu menjadi agen perdamaian dan pembawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Dengan demikian, ajaran Islam dapat dirasakan secara nyata dalam kehidupan sosial yang harmonis.
Di akhir khutbah, jamaah diajak untuk menutup tahun yang telah berlalu dengan penuh muhasabah serta membuka lembaran tahun baru dengan tekad yang kuat untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Ia mengingatkan bahwa setiap amal perbuatan akan dicatat dan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT, sehingga penting untuk selalu menjaga niat dan perbuatan dalam kebaikan. Kehadiran penghulu KUA sebagai khatib di tengah masyarakat diharapkan dapat terus memberikan pencerahan keagamaan serta memperkuat peran KUA sebagai garda terdepan dalam pelayanan dan pembinaan kehidupan beragama di tingkat kecamatan. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara KUA dan masyarakat dalam membangun kehidupan beragama yang rukun, damai, dan penuh keberkahan. (DIH)