Daerah
Pimpin Pernikahan di HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Kepala KUA Biru Biru Sampaikan Pesan Khusus Cinta Tanah Air
18 Aug 2025 | 213 | Penulis : Biro Humas APRI Sumatera Utara | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Biru Biru, (Humas). Kepala KUA Kecamatan Biru Biru hadir dan memimpin langsung pencatatan nikah Calon Pengantin Rachmat dan Dwi Nurani di Dusun 3 Buntu Gg. Kuda Desa Sidodadi Kecamatan Biru Biru, Minggu (17/08).
Prosesi ijab qabul diawali dengan pembacaan al Quran, khutbah nikah, pembacaan istighfar, syahadat dan shalawat oleh Catin dan Wali Nikah, ijab qabul, dia dan pembacaan sighat ta'liq, serta nasehat dari penghulu yang disampaikan langsung oleh Kepala KUA.
Disaat dikonfirmasi tentang pemilihan tanggal pernikahan bertepatan dengan tanggal 17 Agustus yang juga bertepatan dengan peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Rachmat (catin) memberikan alasan yang sangat mengesankan.
"Kami ingin menjadikan semangat Proklamasi dan perjuangan bangsa dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan serta semangat cinta tanah air menjadi semangat yang mengilhami fondasi rumah tangga kami. Hal ini diharapkan rumah tangga kami kelak menjadi rumah tangga yang akan memberikan manfaat untuk masyarakat, bangsa dan negara" imbuhnya.
Di akhir prosesi, Kepala KUA Imam Syafii menyampaikan pesan khusus tentang pentingnya semangat menanamkan semangat cinta tanah air baik dalam kehidupan pribadi, berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Hal ini tentunya terinspirasi dengan jasa para pahlawan tanah air kita yang telah mendarma baktikan hidupnya untuk tanah air Indonesia.
"Cinta tanah air dalam rumah tangga dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan sederhana namun bermakna, seperti menjaga nama baik keluarga, menanamkan nilai-nilai positif, dan melestarikan budaya," jelas Ka KUA. "Menanamkan nilai nilai positif dapat diimplementasikan dengan mengajarkan tentang pentingnya kejujuran, tanggung jawab, kerjasama, dan saling menghormati dalam keluarga, " tambahnya.
"Hal lainnya cinta tanah air dapat diwujudkan dengan menggunakan produk-produk buatan Indonesia dan menjelaskan kepada anak-anak tentang keunggulan produk lokal serta melibatkan anak-anak dalam kegiatan membersihkan rumah dan lingkungan sekitar, serta mengajarkan untuk tidak membuang sampah sembarangan" imbuhnya. (MHS/IS)