Daerah
Bimwin di KUA Sawo: Perkuat Kesiapan Catin Menuju Keluarga Samawa dan Cemara
11 Jun 2026 | 16 | Penulis : Humas Cabang APRI Nias Utara | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Sawo (Humas). Dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan keluarga serta mempersiapkan calon pengantin menghadapi dinamika kehidupan rumah tangga, Kantor Urusan Agama (KUA) Sawo menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin pada Kamis, (11/06). Kegiatan yang berlangsung di Aula KUA Sawo tersebut diikuti oleh sejumlah calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat, dengan menghadirkan narasumber dari unsur KUA dan lintas sektor yang kompeten di bidangnya.
Bimbingan Perkawinan merupakan program strategis Kementerian Agama yang bertujuan untuk memberikan pembekalan kepada calon pengantin sebelum memasuki jenjang kehidupan berumah tangga. Melalui kegiatan ini, peserta diberikan pemahaman yang komprehensif mengenai berbagai aspek kehidupan keluarga, mulai dari landasan keagamaan, regulasi perkawinan, kesehatan keluarga, hingga penguatan ketahanan keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun rumah tangga yang harmonis dan berkelanjutan.
Kegiatan diawali dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh Kepala KUA Sawo, Syahruddin Giawa, S.Ag. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa perkawinan merupakan ibadah yang sangat mulia dan memiliki kedudukan penting dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, setiap calon pengantin perlu memiliki kesiapan yang matang, tidak hanya dari sisi administrasi dan ekonomi, tetapi juga dari aspek spiritual, emosional, psikologis, dan sosial.
Beliau juga menyampaikan bahwa keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang memiliki peran besar dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa. Menurutnya, berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat sering kali berakar dari lemahnya ketahanan keluarga. Karena itu, Bimbingan Perkawinan hadir sebagai langkah preventif dan edukatif untuk membekali calon pengantin dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam membangun kehidupan rumah tangga yang sehat, harmonis, dan bertanggung jawab.
Materi pertama disampaikan oleh Penghulu KUA Sawo, Romartin Hamonangan, S.H. yang mengulas berbagai aspek fundamental dalam perkawinan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dan ajaran agama. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan tentang hak dan kewajiban suami istri, pentingnya memahami tujuan perkawinan, serta peran komunikasi yang efektif dalam menciptakan keharmonisan rumah tangga. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya penyelesaian konflik secara bijaksana sebagai salah satu kunci menjaga keutuhan keluarga.
Selanjutnya, Penyuluh Agama Islam KUA Sawo, Sarmalina Pane, S.Ag, menyampaikan materi mengenai pembangunan keluarga sakinah dalam perspektif Islam. Beliau menekankan bahwa keluarga yang kokoh tidak hanya dibangun atas dasar cinta dan kasih sayang, tetapi juga harus dilandasi oleh nilai-nilai keimanan, ketakwaan, saling menghormati, dan tanggung jawab. Dalam sesi tersebut, peserta diajak untuk memahami peran strategis keluarga sebagai madrasah pertama bagi anak serta sebagai lingkungan utama dalam menanamkan nilai-nilai moral dan keagamaan.
Sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam mendukung pembangunan keluarga berkualitas, kegiatan ini juga menghadirkan Penyuluh dari Dinas P2KBP3A yang memberikan materi mengenai kesehatan reproduksi, perencanaan keluarga, ketahanan keluarga, serta upaya pencegahan kekerasan dalam rumah tangga. Materi tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas wawasan calon pengantin agar mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan keluarga secara bijaksana dan bertanggung jawab.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut para staf KUA Sawo yang berperan aktif dalam mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan. Suasana bimbingan berlangsung interaktif dan kondusif, ditandai dengan tingginya antusiasme peserta dalam mengikuti setiap sesi materi, diskusi, serta tanya jawab bersama para narasumber. Partisipasi aktif para calon pengantin menunjukkan kesadaran yang semakin baik akan pentingnya persiapan sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.
Melalui penyelenggaraan Bimbingan Perkawinan ini, KUA Sawo kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung program Kementerian Agama untuk mewujudkan keluarga Indonesia yang berkualitas, berketahanan, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana transfer pengetahuan, tetapi juga merupakan investasi sosial jangka panjang dalam membangun keluarga yang kuat, sehingga mampu melahirkan generasi yang unggul, berakhlak mulia, serta berkontribusi positif bagi pembangunan bangsa dan negara.
Dengan bekal pengetahuan dan pemahaman yang diperoleh selama kegiatan berlangsung, diharapkan para calon pengantin dapat memasuki kehidupan perkawinan dengan kesiapan yang lebih matang, mampu menjalankan peran dan tanggung jawab masing-masing secara proporsional, serta mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah sebagai fondasi terciptanya masyarakat yang harmonis dan sejahtera. (MHS/MFK)