Kepala KUA Dayun Hadiri dan Pimpin Doa pada Prosesi Penabalan Gelar Adat "Datuk Wira Setia Wangsa"
28 Jul 2026 | 6 | Penulis : Biro Humas APRI Riau | Publisher : Biro Humas APRI Riau
Siak (Humas) Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Dayun, Najamudin, menghadiri sekaligus memimpin doa dalam prosesi Penabalan Gelar Adat "Datuk Wira Setia Wangsa" kepada Tua Nasya Nugrik. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (27/7/2026) di Aula Gedung Yuliandri dan dihadiri oleh Camat Dayun beserta unsur Forkopimcam, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para tamu undangan.
Prosesi penabalan berlangsung dengan penuh khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap adat istiadat dan budaya Melayu yang terus dijaga serta dilestarikan. Kehadiran berbagai unsur pemerintah, lembaga adat, tokoh agama, dan masyarakat menjadi wujud sinergi dalam menjaga warisan budaya sebagai bagian dari identitas daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Najamudin memimpin pembacaan doa sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus memohon kepada Allah SWT agar penerima gelar adat senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, kebijaksanaan, serta kemudahan dalam mengemban amanah yang telah dipercayakan. Ia juga mendoakan agar masyarakat Kecamatan Dayun senantiasa hidup dalam suasana yang rukun, damai, harmonis, dan penuh keberkahan.
Menurut Najamudin, pelestarian adat istiadat yang sejalan dengan nilai-nilai agama merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus. Ia menegaskan bahwa adat dan agama memiliki peran yang saling menguatkan dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, berakhlak mulia, serta menjunjung tinggi nilai persatuan dan semangat gotong royong.
"Adat yang berlandaskan nilai-nilai agama akan menjadi kekuatan dalam menjaga persatuan masyarakat. Ketika adat dan agama berjalan beriringan, akan lahir kehidupan yang harmonis, saling menghormati, dan penuh keberkahan," ujar Najamudin.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sesi silaturahmi antartamu undangan. Momentum tersebut menjadi sarana mempererat hubungan antara pemerintah, lembaga adat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan serta melestarikan nilai-nilai budaya yang menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang. (Nj/Fz)