Perkuat Harmoni Umat : KUA Pandanarum Hadiri Rakor Deteksi Dini Potensi Konflik Keagamaan
Daerah

Perkuat Harmoni Umat : KUA Pandanarum Hadiri Rakor Deteksi Dini Potensi Konflik Keagamaan

  25 Sep 2025 |   74 |   Penulis : APRI mBanjar |   Publisher : Biro Humas APRI Jawa Tengah

Banjarnegara  – Guna meningkatkan kewaspadaan dini terhadap potensi konflik keagamaan dan memperkuat koordinasi antar-lembaga keagamaan, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA)  Pandanarum yaitu Mohamad Dzulfikar bersama Penyuluh Agama Islam yaitu Sudarno menghadiri Rapat Koordinasi Deteksi Dini Potensi Konflik Keagamaan yang digelar oleh Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara. (24/9)

Acara ini bertempat di Rumah Makan Bu Lies Kecamatan Sigaluh, dan diikuti oleh perwakilan kepala KUA dan 1 Penyuluh Agama Islam 20 Kecamatan.  Rakor ini bertujuan untuk memperkuat sistem deteksi dini terhadap potensi konflik keagamaan di masyarakat, sekaligus sebagai ajang sinergi lintas sektor dalam membangun komunikasi dan koordinasi yang efektif.

Beberapa poin penting yang dibahas dalam rapat tersebut antara lain: strategi deteksi dini, penguatan peran penyuluh agama dalam menangkal paham-paham intoleran, pentingnya komunikasi lintas agama, serta pembentukan jejaring informasi antarwilayah yang dapat membantu proses pencegahan konflik secara cepat dan tepat.

Setelah mengikuti rangkaian acara dengan seksama, Mohamad Dzulfikar menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi pengingat pentingnya peran aktif seluruh elemen Kementerian Agama, khususnya KUA, dalam menciptakan suasana kehidupan beragama yang damai dan harmonis.

 “Kita tidak boleh lengah terhadap potensi gesekan sosial yang mengatasnamakan agama. Oleh karena itu, perlu pendekatan yang humanis, edukatif, dan berkelanjutan. Penyuluh agama juga punya peran strategis dalam hal ini. Ke depan, kami akan mengintensifkan dialog antarumat dan kegiatan pembinaan berbasis moderasi,” ujar Dzulfikar

Penyuluh Agama Islam dari KUA Pandanarumyang turut hadir dalam kegiatan tersebut, juga menyatakan kesiapannya untuk terus menyampaikan pesan-pesan kedamaian dan toleransi di tengah masyarakat.

“Kami akan terus mendampingi masyarakat dalam memahami nilai-nilai keagamaan secara utuh dan inklusif. Rakor ini memperkaya perspektif kami dalam membaca dinamika sosial keagamaan di lapangan,” ujar Sudarno.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta rakor dapat menjadi agen perubahan dalam mewujudkan kehidupan keagamaan yang rukun, aman, dan damai. Hasil dari rapat koordinasi ini juga akan menjadi acuan dalam merumuskan program kerja KUA ke depan, khususnya dalam hal pembinaan masyarakat dan penguatan kerukunan umat beragama di wilayah masing-masing. (ev, azd)

Bagikan Artikel Ini

Infografis