Perkokoh Peran Keluarga, KUA Medan Amplas Gelar Bimwin
Daerah

Perkokoh Peran Keluarga, KUA Medan Amplas Gelar Bimwin

  24 Oct 2025 |   157 |   Penulis : Humas Cabang APRI Kota Medan |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Medan, (Humas). Dalam upaya memperkuat ketahanan dan keharmonisan keluarga, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Gerakan Keluarga Maslahat, Kamis (23/10), bertempat di Aula Ar Rivai Jalan Sisingamangaraja Kecamatan Medan Amplas.

Kegiatan ini mengusung tema: "Melalui Pelibatan Masyarakat pada Gerakan Keluarga Maslahat, Kita Wujudkan Keluarga Indonesia yang Ideal, Bahagia, Sejahtera, dan Islami."

Acara dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar, MA, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peran keluarga dalam membentuk masyarakat yang kuat dan berakhlak mulia.

“Gerakan Keluarga Maslahat ini adalah wujud nyata dari semangat Kementerian Agama dalam memperkuat ketahanan keluarga. Keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, dan maslahat adalah pondasi utama bangsa yang damai dan bermartabat,” ujar H. Impun Siregar.

Impun juga menegaskan bahwa pembinaan keluarga tidak hanya berhenti setelah akad nikah, namun harus terus berlanjut melalui edukasi, pendampingan, dan pelibatan aktif masyarakat.

“KUA harus hadir bukan hanya sebagai tempat pelayanan administrasi pernikahan, tetapi juga menjadi pusat pembinaan kehidupan berkeluarga. Melalui kegiatan ini, kami berharap pasangan suami istri dapat semakin memahami hak, kewajiban, dan peran mereka dalam rumah tangga, baik secara agama maupun sosial,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala KUA Medan Amplas, H. Lukman Hakim Hasibuan, MA, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dari implementasi fungsi KUA sebagai pusat layanan keagamaan berbasis keluarga.

“Kami di KUA Medan Amplas berkomitmen untuk menjadikan program keluarga maslahat sebagai kegiatan rutin yang memberikan nilai manfaat nyata bagi masyarakat. Keluarga adalah tempat pertama pendidikan karakter, dan kita semua bertanggung jawab untuk memperkuatnya,” ungkap Lukman.

Peserta kegiatan terdiri dari pasangan suami istri, calon pengantin, tokoh masyarakat, serta penyuluh agama. Mereka mendapatkan materi seputar komunikasi suami-istri, manajemen konflik, peran ayah dan ibu dalam mendidik anak, serta nilai-nilai Islam dalam membangun keluarga yang harmonis.

Kegiatan berjalan lancar dan mendapat antusias tinggi dari para peserta. Para penyuluh agama juga terlibat aktif dalam sesi diskusi dan konsultasi keluarga. (MHS/LHH)

Bagikan Artikel Ini

Infografis