Daerah

Penutupan Bimbingan Manasik Haji Mandiri Muarasipongi, Ka KUA : Luruskan Niat serta Siapkan Mental dan Fisik
14 Apr 2026 | 72 | Penulis : Humas Cabang APRI Mandailing Natal | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Muarasipongi, (Humas). Penutupan kegiatan Bimbingan Manasik Haji Mandiri bagi Jamaah Calon Haji Kecamatan Muarasipongi Tahun 2026 berlangsung dengan penuh khidmat, tertib, dan sarat nilai kebersamaan. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (14/04) ini bertempat di Aula Kantor Camat Muarasipongi dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para jamaah calon haji.
Acara dimulai dengan pembukaan oleh MC, Taufik Pungkut, yang dengan penuh semangat dan ketertiban memandu jalannya kegiatan dari awal hingga akhir. Suasana religius semakin terasa ketika lantunan ayat suci Al-Qur’an dibacakan dengan penuh penghayatan oleh Ustadz Muhammad Din Habibi, yang mengajak seluruh hadirin untuk merenungi makna ayat-ayat suci sebagai bekal spiritual dalam menunaikan ibadah haji.
Selanjutnya, laporan panitia disampaikan oleh Ketua Panitia, Ustadz Sholihuddin. Dalam laporannya, beliau menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan bimbingan manasik haji mandiri telah dilaksanakan dengan baik dan lancar, mencakup berbagai materi penting seperti rukun dan wajib haji, praktik ibadah, serta pemahaman kondisi di Tanah Suci. Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, baik tenaga, pikiran, maupun dukungan moril dan materil sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan sukses.
Memasuki sesi sambutan, Kepala KUA Kecamatan Muarasipongi, H. Fahrur Rozi, SH., MH., menyampaikan pesan yang mendalam kepada para jamaah calon haji. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik semata, tetapi juga perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan mental, keikhlasan, serta kesabaran. Beliau berharap agar seluruh jamaah mampu menjaga niat yang lurus dan memanfaatkan ilmu yang telah diperoleh selama manasik sebagai pedoman dalam menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Ket : Ka KUA Muarasipongi berikan sambutan dalam kegiatan
Perwakilan Jamaah Calon Haji Tahun 2026, Syahril Hamzah, S.Sos., turut menyampaikan sambutan yang penuh rasa syukur dan haru. Ia mewakili seluruh jamaah mengucapkan terima kasih kepada para pembimbing, panitia, dan seluruh pihak yang telah memberikan bimbingan dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Ia juga berharap agar seluruh jamaah diberikan kemudahan, kesehatan, dan menjadi haji yang mabrur.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh tokoh masyarakat yang juga Ketua IPHI Kecamatan Muarasipongi, H. Burhanuddin. Dalam penyampaiannya, beliau mengingatkan pentingnya menjaga akhlak, kekompakan, serta nama baik daerah selama berada di Tanah Suci. Ia juga menegaskan bahwa jamaah haji merupakan duta bangsa dan daerah yang harus mencerminkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Camat Muarasipongi, Pangeran Hidayat, SH., dalam sambutannya memberikan perhatian khusus terhadap aspek kesehatan dan kedisiplinan jamaah. Ia mengimbau agar para jamaah senantiasa menjaga kondisi fisik, mengikuti arahan petugas, serta menjaga kebersamaan selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
Sementara itu, pembimbing manasik, H. Zulkarnain, LC., S.Pd.I., memberikan penguatan materi sekaligus motivasi kepada para jamaah. Beliau menekankan pentingnya memahami setiap tahapan ibadah haji secara detail, mulai dari niat hingga pelaksanaan seluruh rukun dan wajib haji, agar ibadah yang dijalankan sah dan sempurna.
Puncak kegiatan diisi dengan arahan dan bimbingan dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal yang diwakili oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, H. Armen Rahmad Hasibuan, S.Ag., M.I.Kom. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa kesiapan jamaah tidak hanya terletak pada pemahaman teori, tetapi juga pada kesiapan mental, fisik, dan spiritual. Ia mengingatkan bahwa ibadah haji adalah ibadah yang penuh tantangan sehingga diperlukan kesabaran, keikhlasan, dan ketahanan diri.
Arahan berikutnya disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Mandailing Natal, H. Ahmad Zainul Khobir, S.Ag., MM. Beliau mengingatkan agar jamaah benar-benar memahami tata cara pelaksanaan ibadah haji sesuai tuntunan syariat, serta menjaga kekompakan dan saling membantu sesama jamaah selama berada di Tanah Suci.
Sebagai bentuk penghargaan dan ungkapan terima kasih, dilakukan penyerahan bingkisan dari Jamaah Calon Haji Kecamatan Muarasipongi Tahun 2026 kepada para pemateri manasik. Penyerahan tersebut diwakili oleh M. Gozali Ilham Nasution dan Idris Asmuddin, yang berlangsung dengan penuh rasa hormat dan kekeluargaan.
Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ketua DP MUI Kecamatan Muarasipongi, Ustadz Thamrin. Dalam doa yang penuh kekhusyukan tersebut, dipanjatkan harapan agar seluruh jamaah diberikan kesehatan, keselamatan, kelancaran dalam menjalankan ibadah haji, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.
Setelah seluruh rangkaian acara resmi ditutup, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi dan kenangan, serta makan bersama yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Momen ini menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antara jamaah, panitia, dan seluruh tamu undangan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Muarasipongi yang diwakili oleh Aiptu Yuslizar, Kepala Puskesmas Ns. Risna Hayati, S.Kep., Koordinator Wilayah IX Kecamatan Muarasipongi dan Pakantan Hj. Wirna Hayati, Kepala MTsN 5 Mandailing Natal Harizal Hasan, S.Pd., para tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan dari berbagai sekolah, serta Mudir Ma’had Darul Azhar.
Kegiatan penutupan ini menjadi momentum penting sebagai akhir dari rangkaian bimbingan manasik haji mandiri yang telah dilaksanakan. Diharapkan, seluruh jamaah calon haji Kecamatan Muarasipongi Tahun 2026 dapat mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh, serta mampu menjalankan ibadah haji dengan baik, benar, dan penuh keikhlasan.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, para jamaah kini diharapkan semakin siap, baik secara lahir maupun batin, untuk memenuhi panggilan Allah SWT menuju Baitullah, serta kembali ke tanah air sebagai pribadi yang lebih baik dan membawa keberkahan bagi keluarga, masyarakat, dan daerah. (FZI/MHS)