Daerah
Penghulu KUA Sawo: Ramadan Bulan Istimewa, Transformasi Diri, dan Kepedulian
21 Feb 2026 | 36 | Penulis : Humas Cabang APRI Nias Utara | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Sawo, (Humas). Suasana khidmat menyelimuti Masjid Besar Lahewa, Kecamatan Lahewa, pada Jumat (20/02), saat Tim 2 Safari Ramadan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nias Utara melaksanakan kunjungan pembinaan dan silaturahmi. Momentum ini semakin bermakna melalui tausiyah yang disampaikan oleh Penghulu KUA Sawo, Mufid Al Kahfi, S.Sos., yang mengajak umat memaknai Ramadan sebagai bulan peningkatan iman dan kepedulian sosial.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan shalat Jumat berjamaah yang diikuti masyarakat dengan penuh antusias. Bertindak sebagai khatib, Muhammad Rifai, S.H., menyampaikan khutbah mengenai tiga wasiat di bulan Ramadan.
Rangkaian Safari Ramadan dipimpin oleh Syahruddin Giawa, S.Ag., Kepala KUA Sawo, bersama rombongan Tim 2. Kehadiran tim disambut hangat oleh pengurus masjid dan jamaah sebagai bentuk perhatian dan kepedulian Kementerian Agama kepada masyarakat di wilayah tersebut.
Dalam tausiyahnya, Mufid Al Kahfi, S.Sos menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum untuk membersihkan hati, memperbaiki akhlak, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
“Ramadan adalah madrasah ruhani. Di dalamnya kita dilatih untuk sabar, ikhlas, dan peduli. Jika nilai-nilai ini benar-benar kita hayati, maka akan lahir pribadi yang kuat secara spiritual dan sosial,” ungkapnya di hadapan jamaah.
Ia juga mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai ajang mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperbanyak amal kebajikan, baik dalam bentuk ibadah ritual maupun aksi sosial nyata.
Sebagai bentuk implementasi pesan tersebut, Tim Safari Ramadan turut menyerahkan santunan kepada anak yatim dan fakir miskin. Momen ini menjadi bagian yang paling menyentuh dalam rangkaian kegiatan, mencerminkan semangat berbagi dan solidaritas yang digaungkan dalam tausiyah.
Melalui kegiatan Safari Ramadan ini, diharapkan semangat kebersamaan dan kepedulian terus tumbuh di tengah masyarakat. Kehadiran Penghulu KUA Sawo tidak hanya menyampaikan ceramah, tetapi juga menguatkan komitmen bahwa Ramadan adalah momentum membangun umat yang religius, peduli, dan bersatu. (MHS/MFK)