Penghulu KUA Payung Pandu Ijab Qabul Pengantin Mualaf : Bertekad Jadi Muslim Kaffah
23 Apr 2026 | 33 | Penulis : Humas Cabang APRI Karo | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Payung, (Humas). Suasana khidmat menyelimuti Jambur (Balai Desa) Batu Karang, Kecamatan Payung, pada Rabu (22/04), saat berlangsungnya prosesi akad nikah yang sakral. Penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Payung, Denni Herdiansyah Nasution, S.H., hadir secara langsung untuk memimpin sekaligus melakukan pencatatan pernikahan pasangan berbahagia, Ajai Sembiring dan Epri Pebriani br Ginting.
Kegiatan yang dilaksanakan di tengah masyarakat desa tersebut menjadi momen emosional bagi kedua keluarga besar. Meskipun dilaksanakan secara sederhana di fasilitas umum desa, prosesi ini tetap mengedepankan syariat Islam dan aturan perundang-undangan yang berlaku, memastikan bahwa ikatan suci tersebut sah secara agama maupun di hadapan hukum negara.
Dalam pesan singkatnya sebelum prosesi dimulai, Denni Herdiansyah Nasution memberikan nasihat perkawinan. Beliau menjelaskan bahwa pernikahan bukanlah garis finis dari sebuah pencarian, melainkan titik awal bagi pasangan untuk mulai hidup bersama dan terus belajar memahami satu sama lain tanpa pernah merasa lelah sedikit pun.
Momen paling menarik perhatian para saksi dan tamu undangan terjadi saat sesi ijab qabul dilaksanakan. Pengantin pria, Ajai Sembiring, yang diketahui merupakan seorang mualaf, menunjukkan kesungguhan yang luar biasa. Dengan suara yang mantap dan tegas, ia mengucapkan janji suci di depan wali hakim dan para saksi tanpa keraguan sedikit pun, menandakan kesiapannya memimpin rumah tangga baru.
Keberhasilan Ajai dalam mengucapkan kalimat ijab qabul dalam satu tarikan napas memancing rasa syukur dari para hadirin. Keteguhannya tersebut mencerminkan keseriusannya dalam memeluk agama Islam serta komitmennya untuk menjalani lembaran baru sebagai seorang suami yang bertanggung jawab bagi Epri Pebriani br Ginting.
Seusai prosesi, Ajai Sembiring mengungkapkan rasa syukur dan tekadnya yang besar. Sebagai seorang mualaf, ia mengakui bahwa perjalanannya mengenal Islam masih sangat panjang. Namun, momentum pernikahan ini menjadi pelecut semangat baginya untuk terus memperdalam ilmu agama Islam dan berupaya sekuat tenaga untuk menjadi muslim yang kaffah.
Epri Pebriani br Ginting yang resmi menjadi istrinya pun tampak haru menyaksikan tekad sang suami. Pasangan ini diharapkan dapat saling menguatkan dalam iman dan bersama-sama belajar mendalami ajaran agama guna membentuk lingkungan keluarga yang religius serta harmonis di Desa Batu Karang.
Di tempat terpisah, Kepala KUA Kecamatan Payung, Sahirun Batubara, S.Ag., memberikan apresiasi atas kelancaran kegiatan tersebut. Beliau menegaskan bahwa pentingnya pencatatan pernikahan secara resmi harus senantiasa disosialisasikan kepada masyarakat luas agar setiap pasangan mendapatkan kepastian hukum dan perlindungan hak-hak sipil melalui buku nikah.
Kegiatan yang berakhir dengan doa bersama ini menutup rangkaian prosesi dengan penuh sukacita. Sinergi antara petugas KUA dan masyarakat desa dalam pelaksanaan pernikahan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi warga lainnya untuk selalu menaati prosedur administrasi kependudukan tanpa mengabaikan nilai-nilai tradisi dan agama. (MHS/DHN)