Pendampingan Kepala KUA Bandar Khalifah sebagai Mentor CPNS Penghulu dalam Seminar Aktualisasi Latsar
Daerah

Pendampingan Kepala KUA Bandar Khalifah sebagai Mentor CPNS Penghulu dalam Seminar Aktualisasi Latsar

  06 Nov 2025 |   29 |   Penulis : Humas Cabang APRI Serdang Bedagai |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Bandar Khalifah, (Humas) Aula Saukani Balai Diklat Kota Medan menjadi tempat pelaksanaan seminar aktualisasi peserta Latsar CPNS Kementerian Agama Tahun 2025, dengan tema “Digitalisasi Pelayanan KUA Kecamatan Bandar Khalifah Pasca Pernikahan Berbasis Website.”Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam rangkaian pelatihan dasar CPNS yang bertujuan membentuk ASN profesional, berintegritas, dan inovatif dalam menjalankan tugas pelayanan publik, Kamis (06/11).

Seminar tersebut dihadiri oleh Ibu Marinasari Fithry Hasibuan, S.Ag., M.Pd. selaku penguji, Ibu Julianty Kasihati Hasibuan, S.Sos., M.Pd. selaku coach, serta Bapak Edi Syahputera Siregar, yang hadir sebagai mentor sekaligus Pelaksana Tugas Kepala KUA Kecamatan Bandar Khalifah. Kehadiran ketiganya menjadi bentuk dukungan konkret terhadap penguatan kapasitas peserta Latsar CPNS, khususnya dalam bidang inovasi pelayanan keagamaan berbasis teknologi informasi.

Dalam penyampaian hasil aktualisasi, Aji Panagara S, S.Ag., peserta Latsar CPNS formasi penghulu, menjelaskan bahwa gagasan digitalisasi pelayanan pasca pernikahan berangkat dari fenomena yang sering dijumpai di lapangan. Banyak pasangan yang menghadapi persoalan rumah tangga setelah menikah, namun enggan atau bingung untuk mencari tempat bercerita maupun meminta solusi. Karena itu, dibutuhkan media yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu menjembatani komunikasi antara masyarakat dan petugas pembina dengan cara yang lebih terbuka dan rahasia.

Sebagai mentor, Bapak Edi Syahputera Siregar mengungkapkan bahwa ide pengembangan website ini telah menjadi bahan diskusi sejak awal perancangan aktualisasi CPNS. Menurutnya, kehadiran website pelayanan pasca pernikahan berbasis digital merupakan langkah awal yang visioner dan relevan dengan tantangan pelayanan publik modern.Ia menambahkan, “Bisa saja mereka yang mengalami problem rumah tangga justru lebih terbuka menyampaikan keluhannya melalui media digital ini. Selama ini banyak pasangan tidak tahu ke mana harus mengadu, apalagi soal menjaga kerahasiaan masalah yang mereka hadapi. Dengan adanya website ini, mereka bisa berkonsultasi dengan lebih nyaman, mendapat arahan, dan menemukan solusi yang sesuai dengan prinsip pembinaan keluarga sakinah,” jelasnya.


Lebih lanjut, Edi juga menegaskan pentingnya sosialisasi yang terstruktur agar masyarakat memahami fungsi dan tata cara penggunaan website tersebut. “Kami berharap penguatan penanganan kasus rumah tangga berbasis web ini dapat disosialisasikan secara masif, sehingga benar-benar dirasakan manfaat dan kegunaannya oleh masyarakat luas,” ujarnya.

Sementara itu, Ibu Marinasari Fithry Hasibuan, S.Ag., M.Pd. selaku penguji memberikan saran agar modul pembinaan pasca pernikahan dimasukkan ke dalam website berbasis Blogger yang dikembangkan, sehingga masyarakat dapat mengakses bimbingan dan materi edukatif secara mandiri dan berkelanjutan.

Kegiatan seminar aktualisasi ini tidak hanya menjadi ajang penilaian kompetensi peserta Latsar CPNS, tetapi juga wadah lahirnya gagasan-gagasan segar dalam meningkatkan kualitas layanan publik di lingkungan Kementerian Agama. Melalui digitalisasi pelayanan KUA, diharapkan setiap unit kerja mampu bertransformasi menjadi lembaga yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Bagikan Artikel Ini

Infografis