Daerah

Pegawai KUA Bandar Khalifah Gelar Gotong Royong, Wujud Pengabdian terhadap Sarana Publik
21 Nov 2025 | 24 | Penulis : Humas Cabang APRI Serdang Bedagai | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Bandar Khalifah, (Humas). Suasana pagi di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bandar Khalifah berubah menjadi lebih hangat ketika seluruh pegawai berkumpul untuk melaksanakan gotong royong membersihkan area kantor. Aktivitas yang sederhana ini memunculkan energi kebersamaan yang jarang terlihat pada hari-hari kerja biasa. Pegawai datang dengan pakaian yang lebih santai, beberapa membawa peralatan kebersihan sendiri, menunjukkan kesadaran kolektif untuk merawat lingkungan kerja.
Sejak pagi, pegawai mulai menyisir halaman depan, memotong semak yang mulai meninggi, merapikan tanaman hias, hingga mencabut rumput liar yang tumbuh di sisi bangunan. Ada yang sibuk menyapu halaman, ada yang mengangkat pot untuk ditata ulang, sementara yang lain mengangkut sampah taman ke tempat pembuangan. Aktivitas itu berlangsung dengan suasana penuh canda, saling melempar komentar santai, namun tidak menghilangkan keseriusan mereka menjaga kerapian kantor.
Kegiatan ini bukan sekadar bersih–bersih, tetapi lahir dari kesadaran bahwa KUA adalah milik masyarakat, bukan hanya ruang kerja bagi pegawai. Setiap hari, masyarakat datang untuk mengurus pencatatan nikah, konsultasi keluarga, legalitas pernikahan, hingga layanan pembinaan umat. Karena itu, lingkungan yang bersih, tertata, dan nyaman menjadi wujud penghormatan pegawai kepada warga yang datang.
“Kalau kantor rapi, masyarakat yang datang akan merasa dihargai. Ini bukan soal estetika saja, tapi tentang rasa memiliki. Kantor KUA adalah sarana publik, jadi kita rawat seperti kita merawat rumah sendiri,” ujar salah satu pegawai yang terlibat gotong royong.
Kepala KUA Bandar Khalifah, Edi Syahputera Siregar, S.Ag., turut memberikan motivasi dan apresiasi kepada seluruh pegawai. Ia menegaskan bahwa kualitas pelayanan publik tidak hanya terlihat dari berkas yang tertib atau proses administrasi yang cepat, tetapi juga dari suasana kantor yang mencerminkan profesionalitas.
“Kantor ini adalah wajah kita sekaligus wajah pelayanan pemerintah. Ketika masyarakat datang, kesan pertama itu sangat menentukan. Lingkungan yang bersih bukan hanya sedap dipandang, tapi juga menandakan bahwa pegawainya peduli dan bertanggung jawab. Ini bagian dari pengabdian kita,” ujar Edi.
Setelah gotong royong selesai, kegiatan berlanjut ke sesi makan bersama sebagai penutup. Makanan disajikan di meja sederhana di halaman kantor, namun kehangatan suasana membuat hidangan terasa lebih istimewa. Pegawai duduk berkelompok sambil berbincang tentang rutinitas, bercanda ringan, dan berbagi cerita yang jarang muncul saat jam kerja formal.
Makan bersama ini bukan aktivitas seremonial, melainkan momen penting untuk menjaga keharmonisan internal. Di tengah beban pelayanan masyarakat yang seringkali menyita waktu dan tenaga, ruang kebersamaan seperti ini menjadi penyegar suasana dan penguat solidaritas.
Beberapa pegawai bahkan menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini membuat mereka merasa lebih menyatu sebagai tim. Tidak ada batasan eselon atau jabatan; semua berkumpul di meja yang sama, menikmati makanan yang sama, dan menertawakan cerita yang sama. Hal-hal kecil seperti ini menjadi lem perekat bagi hubungan kerja yang sehat.
KUA Bandar Khalifah merencanakan kegiatan gotong royong semacam ini dilakukan secara rutin. Selain menjaga kebersihan fisik kantor, kegiatan ini juga menumbuhkan semangat pengabdian dan kepedulian terhadap sarana publik. Lingkungan kantor yang rapi dan pegawai yang harmonis diyakini akan menciptakan kualitas pelayanan yang lebih humanis, efisien, dan mencerminkan nilai-nilai pelayanan publik yang sesungguhnya.