Daerah

Pancasila Pemersatu, Nusantara Pengikat : Kepala KUA Kota Tengah Kenakan Busana Nusantara, Peringati Lahir Pancasila di Halaman Kemenag Kota Gorontalo
01 Jun 2026 | 112 | Penulis : Biro Humas APRI Gorontalo | Publisher : Biro Humas APRI Gorontalo
KOTA TENGAH – Semangat persatuan dalam bingkai keberagaman terlihat jelas pada upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang berlangsung khidmat di Halaman Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Gorontalo, Senin (1/6/2026) pagi.
Upacara yang mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia" ini diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag Kota Gorontalo, pejabat Eselon IV, para Kepala Madrasah, serta Kepala KUA se-Kota Gorontalo, termasuk Kepala KUA Kecamatan Kota Tengah, H. Marton Abdurrahman, S.Ag., M.Hi.
Khidmat dalam Balutan Busana Nusantara
Salah satu daya tarik utama upacara tahun ini adalah kewajiban penggunaan Busana Nusantara. H. Marton Abdurrahman, bersama ratusan peserta lainnya, tampil rapi mengenakan pakaian adat daerah masing-masing. Hal ini menjadi simbol visual yang kuat bahwa Pancasila bukan sekadar ideologi, melainkan perekat nyata bagi ribuan suku dan budaya di Indonesia.
"Memakai busana Nusantara hari ini adalah cara kami menghargai identitas lokal sekaligus menunjukkan bahwa kita bersatu di bawah satu payah, yaitu Pancasila. Ini adalah wujud toleransi dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia," ungkap Marton singkat usai upacara.
Amanat Pembina Upacara: Pancasila untuk Perdamaian Dunia
Bertindak sebagai Pembina Upacara, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Gorontalo, Dr. Hj. Misnawaty S. Nuna, MH, membacakan naskah amanat dengan penuh penghayatan. Dalam amanatnya, ia menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila harus terus diamalkan tidak hanya untuk menjaga kerukunan nasional, tetapi juga sebagai kontribusi Indonesia bagi perdamaian dunia.
Dr. Hj. Misnawaty mengajak seluruh jajaran Kemenag untuk menjadikan Pancasila sebagai landasan moral dalam setiap pelayanan kepada masyarakat. "Sebagai abdi negara dan umat, kita harus menjadi teladan dalam mengamalkan sila-sila Pancasila. Kerukunan beragama dan kebangsaan adalah modal utama kita untuk membangun kota yang damai dan maju," tegasnya.
Sinergi Jajaran Kemenag Kota Gorontalo
Upacara berjalan tertib dan lancar hingga selesai. Kehadiran para Kepala Madrasah dan Kepala KUA dari berbagai kecamatan menunjukkan soliditas jajaran Kemenag Kota Gorontalo dalam mendukung program-program pemerintah pusat maupun daerah.
Dengan ditutupnya rangkaian upacara ini, semangat Hari Lahir Pancasila diharapkan tidak hanya berhenti seremonial, tetapi terus hidup dalam keseharian pelayanan publik dan kehidupan bermasyarakat di Kota Gorontalo.