Daerah

Optimalkan Kinerja 2026, Kepala KUA Sidikalang Tekankan Analisis Jabatan dan Beban Kerja dalam Penyusunan SKP
28 Jan 2026 | 43 | Penulis : Humas Cabang APRI Dairi | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Sidikalang, (Humas). Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sidikalang mulai mematangkan langkah strategis dalam pengelolaan administrasi kepegawaian untuk tahun anggaran 2026, Selasa (27/01), bertempat di Aula Balai Nikah, jajaran pimpinan dan staf KUA Sidikalang berkumpul untuk melaksanakan agenda penting terkait inventarisasi kinerja. Kegiatan ini dirancang sebagai landasan utama bagi seluruh pegawai dalam menyusun Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) yang lebih terukur dan akuntabel.
Pertemuan internal tersebut dipimpin langsung oleh Kepala KUA Sidikalang, H. Abdul Yajid Lingga, S.Ag., MM. Di hadapan seluruh jajaran yang hadir, beliau memaparkan peta jalan kinerja yang harus dicapai selama satu tahun ke depan. Kehadiran seluruh elemen pegawai dalam rapat ini menunjukkan adanya semangat kebersamaan untuk meningkatkan kualitas layanan publik di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Dairi, khususnya di wilayah Sidikalang.
Adapun peserta yang mengikuti kegiatan ini terdiri dari berbagai unsur jabatan, mulai dari Penghulu, Penyuluh Agama Islam (PAI), Penata Layanan Operasional (PLO), hingga Staf Pengadministrasi. Keterlibatan seluruh lini ini bertujuan agar setiap fungsi jabatan memiliki persepsi yang sama mengenai target besar organisasi. Dengan demikian, tidak ada tumpang tindih peran dalam pelaksanaan tugas di lapangan nantinya.
Dalam arahannya, H. Abdul Yajid Lingga menekankan bahwa penyusunan SKP 2026 tidak boleh dilakukan secara formalitas belaka. Beliau mengingatkan pentingnya melihat pertimbangan matang dalam memilih sasaran kinerja yang didasari pada analisis jabatan (Anjab) dan beban kerja (ABK) pada masing-masing Sumber Daya Manusia (SDM). Hal ini dimaksudkan agar target yang ditetapkan tetap realistis namun tetap menantang untuk dicapai secara profesional.
“Setiap pegawai harus memahami porsi dan tanggung jawabnya masing-masing. Penentuan target dalam SKP harus mencerminkan apa yang sebenarnya dikerjakan di lapangan, sesuai dengan kompetensi dan beban kerja yang ada pada masing-masing SDM kita,” tegas H. Abdul Yajid di hadapan jajarannya. Beliau berharap, dengan analisis yang tepat, efektivitas kerja organisasi akan meningkat secara signifikan.

Inventarisasi kinerja ini juga berfungsi sebagai alat kontrol bagi pimpinan untuk memantau produktivitas staf secara berkala. Melalui panduan yang disusun hari ini, setiap Penghulu hingga Staf Pengadministrasi memiliki acuan yang jelas mengenai output apa yang harus dihasilkan setiap bulannya. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi birokrasi yang lebih modern dan berbasis data di lingkungan KUA.
Suasana di Aula Balai Nikah berlangsung dengan sangat kondusif dan penuh diskusi. Para jajaran, termasuk para Penyuluh dan PLO, tampak aktif berkonsultasi mengenai teknis penginputan poin-poin kinerja agar sesuai dengan regulasi terbaru. Komunikasi dua arah ini diharapkan dapat meminimalisir kendala administratif yang sering muncul saat proses penilaian kinerja di akhir tahun nantinya.
Sebagai penutup, Kepala KUA berharap agar hasil inventarisasi ini segera diimplementasikan ke dalam aplikasi kinerja yang berlaku. Beliau optimis bahwa dengan perencanaan yang matang pada awal tahun ini, KUA Sidikalang mampu mempertahankan, bahkan meningkatkan prestasi kerjanya sebagai garda terdepan pelayanan keagamaan bagi masyarakat. Kegiatan berakhir dengan komitmen bersama untuk menjaga integritas dan profesionalisme dalam bertugas. (MHS)