MUI Dairi Gelar Mudzakarah Keumatan, Kepala KUA Sidikalang Usulkan Kodifikasi Hasil sebagai Panduan Umat
Daerah

MUI Dairi Gelar Mudzakarah Keumatan, Kepala KUA Sidikalang Usulkan Kodifikasi Hasil sebagai Panduan Umat

  10 Mar 2026 |   8 |   Penulis : Biro Humas APRI Sumatera Utara |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Sidikalang, (Humas). Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Dairi menggelar kegiatan Mudzakarah bersama organisasi masyarakat (Ormas) Islam yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama pada Ahad (08/03). Bertempat di Aula Rumah Tahfidz Wahlin Munthe, acara yang berlangsung sejak pukul 16.30 hingga 21.30 WIB ini mengangkat tema sentral "Masalah-Masalah Keumatan dan Solusinya".

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus MUI, pimpinan ormas Islam, serta tokoh masyarakat setempat. Suasana khidmat menyelimuti diskusi yang mengupas berbagai persoalan kontemporer yang tengah dihadapi umat Islam di Kabupaten Dairi, mulai dari persoalan ibadah praktis hingga dinamika sosial kemasyarakatan yang memerlukan kepastian hukum agama.

Kepala KUA Kecamatan Sidikalang, H. Abdul Yajid Lingga, S.Ag., MM, yang hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua Komisi Fatwa MUI Kabupaten Dairi, tampil sebagai salah satu narasumber utama. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan umara dalam menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks dan cepat berubah.

Salah satu poin krusial yang disampaikan oleh H. Abdul Yajid Lingga adalah rekomendasi mengenai kodifikasi hasil mudzakarah. Beliau mengusulkan agar seluruh poin solusi dan kesepakatan yang lahir dalam forum tersebut didokumentasikan secara resmi dan sistematis dalam sebuah buku atau dokumen panduan hukum yang mudah diakses oleh masyarakat luas.

"Hasil mudzakarah ini tidak boleh hanya berhenti di meja diskusi. Kita perlu melakukan kodifikasi yang rapi agar keputusan-keputusan ini dapat menjadi pegangan nyata bagi masyarakat, khususnya umat Islam di Dairi, dalam menjalankan kehidupan sehari-hari," ujar H. Abdul Yajid Lingga dengan tegas. 



Menurut beliau, kodifikasi hasil mudzakarah sangat penting untuk menghindari keraguan (syubhat) di tengah masyarakat. Dengan adanya panduan tertulis yang disepakati oleh Komisi Fatwa, umat akan memiliki rujukan resmi yang kuat saat menghadapi masalah-masalah keagamaan yang memerlukan solusi cepat dan tepat di lapangan.

Setelah sesi diskusi yang dinamis, acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama saat azan Maghrib berkumandang. Momen ini dimanfaatkan untuk mempererat tali silaturahmi dan ukhuwah islamiyah antar pengurus ormas Islam di bawah naungan MUI Dairi, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat di tengah bulan suci.

Kegiatan ditutup dengan salat Tarawih berjamaah dan penandatanganan nota kesepahaman awal terkait poin-poin penting yang akan segera dikodifikasi. Diharapkan, langkah nyata yang diinisiasi oleh Ka KUA Sidikalang ini dapat membawa kemaslahatan bagi kemajuan dakwah dan ketertiban ibadah masyarakat di Kabupaten Dairi ke depannya. (MHS)

Bagikan Artikel Ini

Infografis