Momentum Bersejarah, Ketua PW APRI Kaltim Turut Mendampingi Rukyatul Hilal Perdana di IKN
News

Momentum Bersejarah, Ketua PW APRI Kaltim Turut Mendampingi Rukyatul Hilal Perdana di IKN

  17 Feb 2026 |   42 |   Penulis : Biro Humas APRI Kalimantan Timur |   Publisher : Biro Humas APRI Kalimantan Timur

Nusantara – Ketua PW APRI Kalimantan Timur turut mendampingi pelaksanaan rukyatul hilal bersama dengan Kepala Kanwil Kemenag Kalimantan Timur, Drs. H. Abdul Khaliq dan Kabid Bimas Islam, H. Rudi Kartono, yang digelar di wilayah Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN), Selasa (17/02/2026). Kegiatan pemantauan hilal yang dilaksanakan di Rusun ASN 1, Tower A tersebut menjadi momentum bersejarah, karena untuk pertama kalinya observasi hilal dilakukan dari pusat pemerintahan baru Indonesia.

Berdasarkan hasil pantauan dan perhitungan tim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kota Balikpapan, ketinggian hilal di wilayah KIPP IKN berada pada posisi -1,481 derajat atau masih jauh di bawah kriteria minimum 3 derajat sesuai kesepakatan MABIMS 2021. Data tersebut menunjukkan bahwa hilal belum memenuhi syarat visibilitas awal Ramadan, meskipun keputusan resmi tetap menunggu hasil sidang isbat di Jakarta.



Dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung sebelumnya di Masjid Negara IKN, Ketua PW APRI Kaltim, H. Hairillah turut aktif mengajukan pertanyaan kepada tim pengamat mengenai kemungkinan hilal dapat terlihat serta pembaruan data hasil pemantauan terakhir. Ia menilai pentingnya keterbukaan informasi dan pendekatan ilmiah dalam mendukung proses penetapan awal bulan hijriah.



Ketua PW APRI juga berkesempatan mencoba langsung alat pemantauan milik BMKG untuk melihat posisi hilal. Namun, kondisi cuaca yang tertutup awan menyebabkan hilal tidak dapat terlihat secara kasat mata. Tim BMKG menjelaskan bahwa selain faktor ketinggian bulan, umur bulan, dan elongasi, gangguan cuaca maupun objek astronomis lain juga dapat memengaruhi hasil pengamatan.

Sebagaimana disampaikan Kepala Kanwil Kemenag Kaltim, Drs. H. Abdul Khaliq kepada awak media, Indonesia yang membentang dari Sabang sampai Merauke memungkinkan adanya perbedaan laporan rukyat. Karena itu, pemerintah menggunakan dua metode, yakni hisab dan rukyatul hilal, yang kemudian dimusyawarahkan dalam sidang isbat berdasarkan kriteria MABIMS.



Turut hadir dalam kegiatan rukyatul hilal tersebut Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Dr. (H.C.) Ir. H. M. Basuki Hadimuljono, M.Sc., Ph.D., Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Drs. H. Alimuddin, M.Si., jajaran Kanwil Kemenag Kaltim, unsur BMKG, serta tokoh agama dan undangan lainnya.

Keikutsertaan PW APRI Kalimantan Timur dalam rukyatul hilal perdana di IKN ini menjadi bentuk dukungan terhadap proses penetapan awal bulan hijriah yang dilaksanakan secara ilmiah, terukur, dan tetap mengedepankan persatuan umat.

Penulis: Muhammad Ilham

Bagikan Artikel Ini

Infografis