Mantapkan Sinergi Pengelolaan Zakat, APRI Dairi Gelar Muzakarah Bersama Baznas
Daerah

Mantapkan Sinergi Pengelolaan Zakat, APRI Dairi Gelar Muzakarah Bersama Baznas

  04 Mar 2026 |   12 |   Penulis : Humas Cabang APRI Dairi |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Sidikalang, (Humas). Pengurus Cabang Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kabupaten Dairi menggelar kegiatan strategis berupa Muzakarah Zakat pada Rabu (04/03). Bertempat di Kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Dairi, Ketua Baznas Dairi, Hartono Maha menerima jajaran pengurus APRI Dairi. Pertemuan ini menjadi wadah diskusi intensif untuk memperkuat peran penghulu dan penyuluh dalam mengoptimalkan potensi zakat di wilayah tersebut.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kemenag Dairi, H. Lindung Kaloko, S.Ag., MM. Kehadiran beliau memberikan penegasan bahwa jajaran Kemenag mendukung penuh langkah-langkah kolaboratif antara organisasi profesi penghulu dengan lembaga pengelola zakat resmi demi kemaslahatan umat.

Ketua Cabang APRI Dairi, H. Abdul Yajid Lingga, S.Ag., MM, hadir memimpin delegasi pengurus cabang lainnya. Turut serta dalam pertemuan ini para Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) dan fungsional Penghulu se-Kabupaten Dairi, yang merupakan ujung tombak edukasi keagamaan di tengah masyarakat.

Salah satu fokus utama dalam muzakarah ini adalah penyamaan pemahaman mengenai fiqh zakat. Mengingat dinamika sosial masyarakat yang terus berkembang, para penghulu merasa perlu memperbarui diskursus hukum Islam terkait zakat agar dapat memberikan solusi dan penjelasan yang relevan bagi para muzakki di lapangan.

Selain aspek hukum, pertemuan ini juga membahas teknis optimalisasi pengumpulan zakat profesi dan zakat maal. APRI dan BAZNAS Dairi sepakat bahwa potensi zakat di Kabupaten Dairi masih sangat besar untuk digali, terutama melalui kesadaran kolektif para aparatur sipil negara dan pelaku usaha lokal.

Strategi sosialisasi pun menjadi poin bahasan yang cukup alot. Para peserta menyepakati untuk memanfaatkan momentum pengajian akbar di tingkat kecamatan sebagai sarana edukasi zakat. Melalui forum massa tersebut, diharapkan pesan mengenai kewajiban zakat dapat tersampaikan secara lebih masif dan menyentuh berbagai lapisan masyarakat.

Tak hanya soal pengumpulan, penguatan aspek transparansi dan akuntabilitas pengelolaan zakat juga menjadi komitmen bersama. Hal ini sangat krusial guna membangun kepercayaan publik (public trust) terhadap lembaga pengelola zakat, sehingga masyarakat tidak ragu untuk menyalurkan kewajiban zakatnya melalui BAZNAS.

Melalui kegiatan muzakarah ini, diharapkan sinergi antara Kementerian Agama—khususnya jajaran Bimas Islam dan KUA—dengan BAZNAS Dairi semakin solid. Kolaborasi ini merupakan langkah konkret dalam mewujudkan sistem pengelolaan zakat yang profesional dan tepat sasaran di tingkat kabupaten.

Kegiatan ditutup dengan harapan besar bahwa pengoptimalan potensi zakat akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan umat di Kabupaten Dairi. Dengan koordinasi yang rutin, peran penghulu tidak hanya terbatas pada layanan nikah, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi syariah melalui zakat, infak, dan sedekah. (MHS)

Bagikan Artikel Ini

Infografis