Maksimalkan 10 Malam Terakhir Ramadan untuk Meraih Lailatul Qadar, Ustaz Khoirurrojiin Ajak Jamaah di Rutan Sukadana
Daerah

Maksimalkan 10 Malam Terakhir Ramadan untuk Meraih Lailatul Qadar, Ustaz Khoirurrojiin Ajak Jamaah di Rutan Sukadana

  22 Mar 2025 |   118 |   Penulis : PC APRI Lampung Timur |   Publisher : Biro Humas APRI Lampung

LAMPUNG TIMUR  (Humas) – 22 Maret 2025 – Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bumi Agung, Khoirurrojiin, Lc., S.H., mengajak jamaah untuk memanfaatkan sepuluh malam terakhir Ramadan dengan meningkatkan ibadah demi meraih keberkahan malam Lailatul Qadar. Pesan tersebut ia sampaikan dalam tausiah yang digelar di Rutan Kelas IIB Sukadana.  

Cara Meraih Malam Lailatul Qadar  

Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Rojiin membagikan kiat sederhana untuk meraih malam Lailatul Qadar. Menurutnya, seseorang harus berupaya memaksimalkan ibadah setiap malam sepanjang Ramadan agar tidak melewatkan malam yang lebih baik dari seribu bulan itu.  

"Cara mendapatkannya sangat mudah. Cukup maksimalkan ibadah di malam hari. Tidur sejenak, lalu bangun untuk beribadah meski hanya satu atau dua jam. Jangan sampai melewatkan malam-malam Ramadan begitu saja," tuturnya.  

Ia menegaskan bahwa esensi malam Lailatul Qadar bukan hanya terletak pada lokasi ibadah, melainkan bagaimana seseorang menghidupkan malam tersebut dengan amalan-amalan yang bernilai tinggi di sisi Allah.  

Amalan Utama di Malam Lailatul Qadar  

Ustaz Rojiin juga menguraikan sejumlah amalan yang dapat dilakukan untuk meraih keutamaan Lailatul Qadar. Ia menyebut bahwa di antara amalan yang dianjurkan adalah memperbanyak salat malam serta membaca doa khusus yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Aisyah RA.  

"Dalam hadis, Rasulullah SAW memperbanyak doa pada malam-malam ini. Salah satu doa yang dianjurkan adalah: *Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni* (Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan mencintai keampunan, maka ampunilah aku)," jelasnya.  

Sebagai Pengurus Da’i Kamtibmas Polres Lampung Timur, Ustaz Rojiin menekankan bahwa syarat utama untuk mendapatkan pahala setara 83 tahun serta ampunan dosa adalah melaksanakan ibadah dengan penuh keyakinan dan ketulusan hati.  

"Bangunlah untuk salat, perbanyak bacaannya, tingkatkan kekhusyukan agar terasa kenikmatan dalam jiwa. Dengan begitu, kita menghidupkan sunnah Nabi," tambahnya.  

### I’tikaf, Amalan Utama di Akhir Ramadan  

Lebih lanjut, Ustaz Rojiin yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Khatib Dewan Masjid Indonesia (IK-DMI) Lampung Timur, mengingatkan pentingnya i’tikaf sebagai amalan utama di penghujung Ramadan. I’tikaf adalah ibadah dengan berdiam diri di masjid, memperbanyak ibadah, serta menjauhkan diri dari kesibukan duniawi.  

Rasulullah SAW sangat menekankan keutamaan i’tikaf, sebagaimana diriwayatkan oleh Aisyah RA:  

*"Nabi SAW biasa beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan sampai beliau wafat. Kemudian istri-istrinya pun beri’tikaf setelah beliau."* (HR. Bukhari dan Muslim)  

Menurut Imam An-Nawawi dalam *Syarah Shahih Muslim*, i’tikaf di sepuluh malam terakhir Ramadan adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) bagi mereka yang mampu melaksanakannya. Tujuannya adalah mencari Lailatul Qadar serta mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah yang lebih khusyuk.  

Jangan Lewatkan Kesempatan Berharga  

Sebagai penutup, Ustaz Rojiin mengingatkan bahwa malam Lailatul Qadar adalah kesempatan langka yang hanya datang sekali dalam setahun. Oleh karena itu, umat Muslim sebaiknya tidak menyia-nyiakan momen berharga ini dengan meningkatkan ibadah serta memperbanyak doa agar mendapatkan rahmat dan ampunan Allah SWT.

Penulis:[H. Kas]

Bagikan Artikel Ini

Infografis