KUA Hadir Menguatkan: Harmoni Doa Walimatussyafar dan Komitmen ASN Kemenag Gorontalo
05 May 2026 | 66 | Penulis : Humas Cabang APRI Kota Gorontalo | Publisher : Biro Humas APRI Gorontalo
Langkah Khidmat Menuju Tanah Suci, Harmoni Doa dan Pembinaan ASN Kemenag Kota Gorontalo
Kota Gorontalo — Suasana Aula Syuaib Bobihu pada Selasa siang (05/05/2026) pukul 13.30 WITA menjelma menjadi ruang pertemuan antara harap dan pengabdian. Dalam balutan kekhusyukan, kegiatan Do’a Walimatussyafar bagi Jemaah Haji ASN sekaligus pembinaan pegawai di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Gorontalo berlangsung dengan penuh makna.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala KUA Transformasi Kota Selatan, Ismail, S.Ag., M.H., bersama seluruh jajaran—mulai dari penghulu, penyuluh, hingga pegawai pelaksana—yang menyatu dalam barisan pengabdian, menghadirkan semangat kebersamaan yang tak sekadar administratif, tetapi juga spiritual.
Kegiatan ini turut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Gorontalo, Dr. H. Minawaty S. Nuna, bersama seluruh pejabat di lingkungan Kemenag Kota Gorontalo. Kehadiran para pimpinan menjadi penanda kuat bahwa perjalanan menuju tanah suci bukan hanya perjalanan individu, melainkan juga representasi nilai-nilai institusi yang menjunjung tinggi integritas dan keteladanan.
Do’a Walimatussyafar yang dipanjatkan siang itu bukan sekadar ritual seremonial, melainkan ungkapan batin yang mengalir dari ruang terdalam para calon tamu Allah. Harapan agar perjalanan ibadah haji berjalan lancar, selamat, dan mabrur, terangkat dalam tiap lantunan doa yang menggema lembut di aula.
Di sisi lain, pembinaan pegawai menjadi momentum reflektif bagi seluruh ASN untuk memperkuat komitmen pelayanan publik. Nilai-nilai profesionalitas, integritas, dan tanggung jawab ditegaskan kembali, seolah menjadi pengingat bahwa pengabdian di dunia kerja adalah bagian dari ibadah yang tak terpisahkan.
Dalam nuansa yang sarat makna ini, Aula Syuaib Bobihu tak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga menjadi saksi bisu perjalanan batin—tentang keikhlasan melepas, keteguhan melangkah, dan harapan yang dititipkan pada langit doa.
Kegiatan ini menjadi cermin harmonisasi antara tugas kedinasan dan panggilan spiritual, menghadirkan satu pesan sederhana namun mendalam: bahwa setiap langkah menuju tanah suci selalu beriringan dengan tanggung jawab untuk menjadi pribadi yang lebih baik, baik sebagai hamba maupun sebagai abdi negara.