Informasi

Kukuhkan Harmoni Umat, KUA Karangkobar Gelar Dialog Lintas Agama dan EWS
17 Apr 2026 | 19 | Penulis : APRI mBanjar | Publisher : Biro Humas APRI Jawa Tengah
Banjarnegara – Kamis, 16 April 2026, Kantor Urusan Agama (KUA) Karangkobar menerima kunjungan Penyuluh Lintas Agama dari Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara. Kunjungan ini merupakan bagian dari implementasi Early Warning System (EWS) untuk deteksi dini potensi konflik keagamaan sekaligus forum diskusi lintas agama guna memperkuat kerukunan umat.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Nikah KUA Karangkobar ini dihadiri oleh Kepala KUA Karangkobar H. Amat Maskuri, penyuluh agama Islam Kecamatan Karangkobar, serta penyuluh agama Kristen, Katolik, dan Buddha.
Penyuluh Agama Kristen, Aluisius Ari Setyanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melihat langsung kondisi kehidupan beragama di Karangkobar.
“Melalui kunjungan ini, kami ingin memastikan bahwa kerukunan umat tetap terjaga serta memperkuat sinergi lintas agama dalam mendeteksi potensi konflik sejak dini,” ujarnya.
Kepala KUA Karangkobar, H. Amat Maskuri, menyambut baik kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan penyuluh lintas agama. Ini menjadi langkah nyata dalam mempererat silaturahmi dan menjaga keharmonisan umat beragama,” ungkapnya.
Sementara itu, Penyuluh Agama Islam, Duwi Rohmah, menyampaikan bahwa kondisi kerukunan di Karangkobar hingga saat ini relatif kondusif.
“Alhamdulillah, hubungan antarumat beragama di Karangkobar berjalan rukun dan damai. Kami juga aktif dalam kegiatan PKUB tingkat kecamatan, sehingga komunikasi dan kerja sama terus terjaga,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Itaadib memaparkan data pemeluk agama di Kecamatan Karangkobar yang terdiri dari Islam, Kristen, dan Katolik. Data ini menjadi dasar dalam merancang strategi pembinaan keagamaan dan penguatan moderasi beragama di masyarakat.
Diskusi lintas agama berlangsung dinamis dan penuh antusias. Berbagai perspektif keagamaan dibahas secara terbuka, menciptakan ruang dialog yang sehat dan saling menghormati. Setelah sesi diskusi, rombongan penyuluh lintas agama melanjutkan kunjungan ke Gereja Kristen yang berada di sekitar Pasar Karangkobar sebagai bentuk penguatan silaturahmi.
Kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas agama dalam menjaga stabilitas sosial. Dengan semangat moderasi beragama, Karangkobar terus berkomitmen menjadi wilayah yang damai, rukun, dan harmonis. “Berbeda itu rahmat, rukun itu kuat.” (dr)