KUA Siempat Nempu Gencarkan Program Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur'an di Masjid Al Misbah
15 Apr 2026 | 40 | Penulis : Humas Cabang APRI Dairi | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Siempat Nempu, (Humas). Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Siempat Nempu secara resmi meluncurkan dan melaksanakan program pemberantasan buta aksara Al-Qur'an bagi masyarakat setempat. Kegiatan ini dipusatkan di Masjid Al Misbah, Buntu Raja, sebagai bentuk komitmen instansi keagamaan tersebut dalam meningkatkan literasi Al-Qur'an di tingkat desa. Program ini lahir dari kesadaran akan pentingnya kemampuan membaca kitab suci sebagai fondasi spiritualitas umat.
Kegiatan bimbingan ini dipandu secara langsung oleh dua sosok inspiratif, yakni Syahadat Sinaga dan Nurbaini Maha. Keduanya bertindak sebagai mentor utama yang dengan sabar membimbing para peserta dari berbagai usia. Dengan pendekatan yang komunikatif, mereka memastikan setiap peserta mendapatkan perhatian yang cukup dalam memperbaiki kualitas bacaan mereka, baik dari sisi kelancaran maupun ketepatan makhraj.
Materi pembelajaran dalam program ini disusun secara berjenjang untuk mengakomodasi kemampuan peserta yang beragam. Bagi para pemula, pengajaran dimulai dari pengenalan huruf hijaiyah melalui metode Iqra'. Sementara itu, bagi peserta yang sudah mencapai tingkat lanjutan, bimbingan difokuskan pada pembacaan Al-Qur'an secara tartil sesuai dengan kaidah ilmu tajwid yang benar.
Tidak hanya sekadar membaca, program ini juga membekali jamaah dengan pemahaman praktis mengenai adab sehari-hari melalui hafalan doa. Salah satu fokus utamanya adalah menghafalkan doa masuk dan keluar kamar mandi. Hal ini dilakukan agar para peserta tidak hanya mahir membaca kitab suci, tetapi juga mampu mengamalkan doa-doa pendek yang esensial dalam menjaga kesucian dan keberkahan aktivitas harian.
Pelaksanaan kegiatan ini telah dijadwalkan secara rutin setiap pekan, tepatnya mulai hari Senin sampai dengan Kamis. Pemilihan waktu ini dinilai efektif untuk menjaga konsistensi belajar para peserta sehingga progres hafalan dan bacaan dapat terpantau dengan baik. Kedisiplinan jadwal ini menjadi kunci utama dalam mencapai target pemberantasan buta aksara di wilayah Buntu Raja.
Untuk memberikan variasi dan menyegarkan suasana belajar, KUA Siempat Nempu menerapkan sistem pengajaran dengan Ustadz yang bergantian. Setiap harinya, ustadz yang bertugas akan membawa gaya penyampaian yang berbeda namun tetap selaras dengan kurikulum utama. Hal ini terbukti efektif dalam menjaga antusiasme peserta agar tidak merasa jenuh selama proses pembelajaran berlangsung.
Kondisi di Masjid Al Misbah Buntu Raja selama kegiatan berlangsung terpantau sangat khidmat namun penuh semangat. Para peserta terlihat tekun mengulang-ulang hafalan doa dan bacaan ayat suci di bawah bimbingan Syahadat Sinaga dan Nurbaini Maha. Kebersamaan yang terjalin antar peserta juga menciptakan lingkungan belajar yang mendukung satu sama lain untuk terus maju.
Melalui langkah nyata ini, KUA Siempat Nempu berharap angka buta aksara Al-Qur'an di Kecamatan Siempat Nempu dapat ditekan secara signifikan. Program ini diharapkan tidak hanya berhenti di Masjid Al Misbah, tetapi dapat menjadi pilot project yang menginspirasi desa-desa lain untuk melaksanakan kegiatan serupa demi mewujudkan masyarakat yang lebih religius dan qur’ani.