KUA Sidikalang Dorong Majelis Taklim Pusat Peradaban dan Penguat Sistem Masyarakat
Daerah

KUA Sidikalang Dorong Majelis Taklim Pusat Peradaban dan Penguat Sistem Masyarakat

  28 Jan 2026 |   25 |   Penulis : Humas Cabang APRI Dairi |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Sidikalang, (Humas). Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sidikalang kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran lembaga keagamaan di tengah masyarakat, Senin (26/01), KUA Sidikalang melaksanakan kegiatan pembinaan bagi Majelis Taklim yang bertempat di Pengajian Lingga, Kelurahan Sidiangkat, Sidikalang. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penyegaran visi bagi para pengurus dan jamaah dalam menjalankan fungsi organisasi keagamaan.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala KUA Sidikalang, H. Abdul Yajid Lingga, S.Ag., MM, yang memberikan arahan strategis di hadapan puluhan jamaah. Kehadiran unsur pimpinan KUA ini disambut hangat oleh warga Sidiangkat yang telah berkumpul untuk mengikuti rangkaian pengajian rutin tersebut. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan program kerja Majelis Taklim dengan kebijakan bimbingan masyarakat Islam.

Dalam bimbingannya, Abdul Yajid Lingga menekankan bahwa Majelis Taklim tidak boleh hanya dipandang sebagai tempat berkumpul untuk sekadar mendengarkan ceramah secara seremonial. Beliau menegaskan bahwa lembaga ini memiliki potensi besar untuk bertransformasi menjadi pusat peradaban masyarakat. Menurutnya, peradaban yang maju dimulai dari penguatan karakter dan ilmu pengetahuan yang dipupuk melalui pengajian-pengajian lokal.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa peran Majelis Taklim sangat vital sebagai penguat sistem di tengah-tengah masyarakat. Dengan adanya struktur pengajian yang rutin dan terarah, nilai-nilai moral serta etika agama dapat terdistribusi secara merata. Hal ini diyakini mampu membentengi masyarakat dari berbagai pengaruh negatif dan konflik sosial yang mungkin muncul di era modern saat ini.

"Majelis Taklim adalah pilar utama dalam membangun struktur masyarakat yang religius dan harmonis. Jika sistem di dalam majelis ini berjalan dengan baik, maka persoalan sosial di lingkungan kita akan lebih mudah dicarikan solusinya melalui pendekatan keagamaan yang sejuk," ujar  Abdul Yajid di sela-sela paparannya yang disambut antusias oleh para peserta. 



Selain menyentuh aspek filosofis, pembinaan ini juga mendorong para pengurus Majelis Taklim untuk lebih kreatif dalam menyusun program kegiatan. KUA Sidikalang berharap majelis tidak hanya fokus pada aspek ukhrawi semata, tetapi juga mulai menyentuh aspek pemberdayaan ekonomi umat dan bakti sosial yang memberikan dampak langsung bagi warga di sekitar Kelurahan Sidiangkat.

Para peserta pengajian tampak sangat menyimak setiap poin yang disampaikan oleh Kepala KUA. Diskusi interaktif pun terjalin, di mana para jamaah menyampaikan aspirasi mereka mengenai tantangan dakwah di lingkungan masing-masing. Komunikasi dua arah ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi antara ulama, umaro (pemerintah), dan masyarakat umum.

Sebagai penutup, kegiatan pembinaan di Pengajian Lingga ini diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan bagi seluruh warga Sidikalang. KUA Sidikalang berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan serupa secara berkelanjutan ke berbagai wilayah lainnya, demi mewujudkan masyarakat yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual. (MHS)

Bagikan Artikel Ini

Infografis