KUA Sidikalang Berikan Penguatan Spiritual bagi Pasien RSUD Sidikalang
Daerah

KUA Sidikalang Berikan Penguatan Spiritual bagi Pasien RSUD Sidikalang

  28 Jan 2026 |   17 |   Penulis : Humas Cabang APRI Dairi |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Sidikalang, (Humas). Upaya penyembuhan pasien tidak hanya bertumpu pada aspek medis semata, namun juga penguatan mental dan spiritual. Hal inilah yang mendasari Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sidikalang melakukan kunjungan rutin guna memberikan bimbingan mental rohani bagi para pasien yang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang pada Rabu (28/01).

Kegiatan bimbingan ini dipimpin langsung oleh Penyuluh Agama Islam KUA Sidikalang, Sawal Dabutar dan Karimin Silalahi. Kehadiran mereka di bangsal-bangsal perawatan bertujuan untuk memberikan dukungan moral agar para pasien tetap memiliki semangat juang yang tinggi dalam menghadapi masa-masa sulit selama proses penyembuhan dari penyakit yang diderita.

Menariknya, kegiatan ini dilakukan melalui kolaborasi lintas agama. Selain penyuluh agama Islam, hadir pula para Penyuluh Fungsional dari lintas agama Kristen dan Katolik. Sinergi ini menunjukkan bahwa pelayanan kerohanian di RSUD Sidikalang bersifat inklusif, di mana setiap pasien mendapatkan pendampingan sesuai dengan keyakinan masing-masing demi terciptanya ketenangan batin.

Dalam sesi penyampaian materi, Sawal Dabutar menekankan pentingnya menanamkan sikap syukur dan sabar di tengah ujian sakit. Ia menyampaikan bahwa sakit bukanlah sekadar penderitaan, melainkan sarana penggugur dosa dan kesempatan bagi hamba untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Pasien diajak untuk tetap bersyukur atas napas dan kesempatan yang masih diberikan.

Senada dengan hal tersebut, Karimin Silalahi menambahkan bahwa kesabaran adalah obat batin yang paling mujarab. Dengan hati yang sabar dan ikhlas menerima ketetapan Tuhan, imun tubuh diharapkan dapat meningkat sehingga mempercepat proses pemulihan fisik. Pesan-pesan kesejukan ini disampaikan dengan pendekatan dialogis yang menyentuh sisi kemanusiaan para pasien.

Penyuluh dari agama Kristen dan Katolik yang turut serta dalam rombongan juga memberikan penguatan melalui ayat-ayat kitab suci yang berisi penghiburan. Mereka berupaya meyakinkan pasien bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya yang sedang kesusahan. Suasana haru dan khidmat tampak menyelimuti ruangan saat para penyuluh memberikan doa kesembuhan secara bergantian.

Respon positif datang dari pihak keluarga dan pasien. Banyak di antara mereka yang merasa lebih tenang dan termotivasi setelah mendapatkan kunjungan tersebut. Kehadiran para penyuluh dianggap mampu mengurai kejenuhan serta kecemasan yang sering kali muncul selama berada di lingkungan rumah sakit yang kaku.

Pihak KUA Sidikalang berharap kegiatan bimbingan mental rohani ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan. Melalui kolaborasi antara tenaga medis dan penyuluh agama, diharapkan pelayanan di RSUD Sidikalang semakin paripurna, yakni menyembuhkan raga sekaligus menenteramkan jiwa masyarakat Dairi. (MHS)

Bagikan Artikel Ini

Infografis