KUA Sidikalang Ajak MT Belang Malum Husnuzan Dalam Hikmah di Balik Musibah
Daerah

KUA Sidikalang Ajak MT Belang Malum Husnuzan Dalam Hikmah di Balik Musibah

  21 Dec 2025 |   34 |   Penulis : Humas Cabang APRI Dairi |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Sidikalang, (Humas). Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sidikalang terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pendampingan spiritual kepada masyarakat. Pada Ahad, (21/12), melalui program inovatif GERCEP (Gerakan Cepat) Penyuluh, KUA Sidikalang menyambangi Majelis Taklim (MT) Belang Malum untuk melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan agama.

Kegiatan kali ini dipimpin langsung oleh Penyuluh PPPK KUA Sidikalang, Sawal Dabutar, S.Sos.I. Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, Sawal memberikan materi khusus bertajuk "Hikmah di Balik Musibah". Kehadiran penyuluh di tengah-tengah ibu-ibu Majelis Taklim ini disambut dengan antusiasme tinggi, mengingat pentingnya penguatan mental dan iman di tengah dinamika kehidupan saat ini.

Dalam paparannya, Sawal Dabutar menekankan bahwa setiap ujian atau musibah yang menimpa manusia bukanlah bentuk kebencian Sang Pencipta, melainkan sarana penggugur dosa dan pengangkat derajat. Ia mengajak para jamaah untuk selalu mengedepankan sikap sabar dan berprasangka baik (husnuzan) kepada Allah SWT dalam menghadapi setiap ketetapan-Nya.

Lebih lanjut, Sawal menjelaskan bahwa program GERCEP merupakan langkah nyata KUA Sidikalang untuk menjemput bola dalam memberikan edukasi keagamaan. "Penyuluh harus hadir di garda terdepan, memberikan solusi spiritual dan menenangkan hati umat. Musibah adalah sekolah kehidupan yang mengajarkan kita tentang kerendahan hati dan ketergantungan penuh kepada Tuhan," ujarnya di hadapan jamaah Belang Malum.

Program GERCEP ini sendiri dirancang untuk merespons kebutuhan masyarakat secara cepat dan efektif melalui peran aktif para penyuluh PPPK. Dengan turun langsung ke lapangan, KUA Sidikalang berharap pesan-pesan moderasi beragama dan penguatan tauhid dapat tersampaikan secara lebih personal dan menyentuh akar rumput.

Di sela-sela penyuluhan, dilakukan juga sesi dialog interaktif. Para anggota Majelis Taklim Belang Malum diberikan kesempatan untuk berbagi keluh kesah dan bertanya mengenai cara menjaga keteguhan iman saat tertimpa kemalangan. Jawaban-jawaban yang disampaikan berlandaskan dalil naqli dan pendekatan psikologis yang menyejukkan.

Ketua Majelis Taklim Belang Malum menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran KUA Sidikalang melalui sosok Sawal Dabutar. Menurutnya, siraman rohani seperti ini sangat dibutuhkan untuk menjaga kerukunan dan ketenangan batin warga, terutama dalam menghadapi tantangan hidup yang semakin kompleks di akhir tahun ini.

Kegiatan penyuluhan yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan masyarakat Sidikalang. Melalui aksi nyata para penyuluh PPPK, KUA Sidikalang membuktikan bahwa peran lembaga keagamaan tidak hanya sebatas administrasi perkawinan, tetapi juga menjadi pilar penyangga moral dan spiritual bagi seluruh lapisan masyarakat. (MHS/SD)

Bagikan Artikel Ini

Infografis