KUA Siantar Marihat dan Kasi Bimas Islam Tinjau Kesiapan Masjid Al-Hidayah Sebagai Posko Ramah Pemudik
Daerah

KUA Siantar Marihat dan Kasi Bimas Islam Tinjau Kesiapan Masjid Al-Hidayah Sebagai Posko Ramah Pemudik

  09 Mar 2026 |   6 |   Penulis : Biro Humas APRI Sumatera Utara |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Pematangsiantar, (Humas). Menjelang puncak arus mudik Ramadan, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Siantar Marihat bersama Seksi Bimas Islam Kemenag Kota Pematangsiantar melakukan langkah proaktif. Pada Senin (09/03), tim melakukan peninjauan langsung ke Masjid Al-Hidayah yang terletak di Jalan Melanton Siregar untuk memastikan kesiapan fasilitas bagi para musafir.

Peninjauan ini dipimpin langsung oleh Kepala KUA Siantar Marihat, Muhammad Zuhri Pulungan, S.Ag, didampingi oleh Kepala Seksi (Kasi) Bimas Islam Kemenag Kota Pematangsiantar, Muhammad Rusli, M.Pd.I. Kehadiran pejabat berwenang ini bertujuan untuk memastikan bahwa masjid yang berada di jalur strategis tersebut benar-benar siap melayani jamaah dan pemudik.

Masjid Al-Hidayah dipilih sebagai fokus utama karena posisinya yang berada tepat di sisi Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum). Jalur ini merupakan urat nadi transportasi yang menghubungkan Kota Pematangsiantar dengan wilayah Kabupaten Simalungun hingga Kabupaten Asahan, menjadikannya titik singgah yang sangat vital bagi para pengguna jalan.

Dalam peninjauannya, Muhammad Rusli, M.Pd.I, menekankan bahwa konsep "Masjid Ramah Pemudik" bukan sekadar slogan. Masjid diharapkan mampu menyediakan fasilitas dasar yang memadai, mulai dari ketersediaan air bersih, kebersihan toilet, hingga ruang istirahat yang nyaman bagi para pemudik yang kelelahan selama perjalanan.

"Masjid yang berada di perlintasan antarkota seperti Al-Hidayah ini memiliki peran ganda, yakni sebagai rumah ibadah sekaligus perlindungan bagi para musafir. Oleh karena itu, standar kebersihan dan kenyamanan harus kita maksimalkan," ujar Muhammad Rusli di sela-sela pengecekan fasilitas wudu.

Senada dengan hal tersebut, Kepala KUA Siantar Marihat, Muhammad Zuhri Pulungan, menambahkan bahwa koordinasi dengan pengurus (BKM) masjid terus ditingkatkan. Pihaknya ingin memastikan bahwa pelayanan selama 24 jam di bulan Ramadan dan Idulfitri nanti dapat berjalan tanpa kendala teknis yang berarti.


Aspek keamanan dan penerangan di sekitar area masjid juga menjadi poin penting dalam peninjauan tersebut. Mengingat volume kendaraan yang akan meningkat tajam di Jalan Melanton Siregar, pengaturan parkir dan penerangan jalan di area masjid diharapkan dapat meminimalisir risiko bagi pemudik yang singgah pada malam hari.

Upaya peninjauan ini merupakan bagian dari instruksi Kementerian Agama untuk mengoptimalkan peran masjid dalam pelayanan sosial. Dengan kesiapan yang matang, diharapkan Masjid Al-Hidayah dapat memberikan kesan positif dan membantu kelancaran arus mudik bagi masyarakat yang melintasi wilayah Siantar Marihat.

Kegiatan ditutup dengan diskusi bersama pengurus Masjid Al-Hidayah mengenai langkah-langkah antisipasi lonjakan jamaah. Komitmen bersama antara Kemenag dan BKM ini diharapkan mampu mewujudkan masjid yang tidak hanya indah secara fisik, tetapi juga fungsional dalam melayani umat di masa mudik lebaran.

Bagikan Artikel Ini

Infografis