KUA Mandiraja Gelar Rakor Persiapan Pembinaan Keluarga Sakinah di Lima Desa, Sasar 100 Pasangan Usia Muda
18 Sep 2025 | 97 | Penulis : APRI mBanjar | Publisher : Biro Humas APRI Jawa Tengah
Banjarnegara – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandiraja kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan keluarga melalui program Pembinaan Keluarga Sakinah. Sebagai langkah awal, KUA Mandiraja menggelar rapat koordinasi (rakor) persiapan kegiatan pada Kamis (18/9/2025) bertempat di aula kantor KUA setempat.
Rakor dipimpin langsung oleh Kepala KUA Mandiraja, Irfan Sulastono, didampingi Penyuluh Agama Islam Hendriyanto serta staf KUA lainnya. Dalam kesempatan tersebut, seluruh peserta rakor membahas teknis pelaksanaan, pembagian peran, serta target capaian program agar kegiatan pembinaan dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Salah satu hasil penting dari rakor ini adalah penetapan lima titik lokasi kegiatan Pembinaan Keluarga Sakinah, yakni Desa Somawangi, Desa Kaliwungu, Desa Kebakalan, Desa Mandiraja Kulon, dan Desa Mandiraja Wetan. Masing-masing lokasi akan menjadi tempat pembinaan bagi 20 pasangan suami istri dengan usia pernikahan 1–10 tahun. Dengan demikian, total terdapat 100 pasangan suami istri yang akan menjadi peserta kegiatan ini.
Kepala KUA Mandiraja, Irfan Sulastono, dalam arahannya menegaskan bahwa program pembinaan ini merupakan salah satu upaya nyata pemerintah melalui KUA dalam membangun keluarga yang kokoh, harmonis, serta mampu menjadi pilar utama masyarakat.
“Pembinaan keluarga sakinah sangat penting terutama bagi pasangan usia muda. Banyak dinamika rumah tangga yang perlu dihadapi dengan bekal ilmu, keterampilan komunikasi, serta pemahaman agama yang baik. Melalui kegiatan ini, kami berharap para peserta mampu menata kehidupan rumah tangga dengan penuh kesabaran, saling pengertian, dan cinta kasih, sehingga lahirlah keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah,” jelasnya.
Penyuluh Agama Islam Kecamatan Mandiraja, Hendriyanto, juga menambahkan bahwa kegiatan ini akan dikemas dengan metode interaktif, seperti dialog, tanya jawab, hingga studi kasus kehidupan rumah tangga. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis yang bisa langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, rakor juga membahas pembagian tugas tim, mulai dari penyuluh agama sebagai narasumber, staf KUA sebagai pendamping teknis, hingga koordinasi dengan perangkat desa yang menjadi lokasi kegiatan. Hal ini dilakukan agar sinergi antara KUA dan pemerintah desa dapat memperkuat keberhasilan program.
“Kerja sama dengan desa sangat penting, karena keberhasilan program pembinaan ini juga membutuhkan dukungan dari lingkungan masyarakat sekitar. Harapannya, setelah kegiatan ini, desa-desa tersebut dapat menjadi contoh keluarga harmonis yang dapat menginspirasi wilayah lain,” ujar Hendriyanto.
Dengan adanya rakor persiapan ini, KUA Mandiraja optimis bahwa program Pembinaan Keluarga Sakinah dapat memberikan dampak positif yang luas, bukan hanya bagi peserta langsung, tetapi juga bagi masyarakat Mandiraja secara keseluruhan. (F, azd)