KUA Kabanjahe : Perjuangkan Masa Depan Hindari Pergaulan Bebas
Daerah

KUA Kabanjahe : Perjuangkan Masa Depan Hindari Pergaulan Bebas

  12 Aug 2025 |   111 |   Penulis : Biro Humas APRI Sumatera Utara |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Kabanjahe (Humas). Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kabanjahe melaksanakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) dengan mengangkat tema “Menghindari Pergaulan Bebas, Menjaga Masa Depan”. Kegiatan ini berlangsung di Musala SMA N 1 Kabanjahe pada Selasa (12/08) dan diikuti oleh 122 pelajar, guru, penghulu dan Penyuluh KUA Kecamatan Kabanjahe.

Selanjutnya Kepala KUA Kabanjahe, Nasrun, MA dalam sambutannya menyampaikan bahwa remaja adalah aset penting bangsa yang harus dibekali dengan pemahaman agama dan moral yang kuat. “Pergaulan bebas dapat merusak masa depan dan menghilangkan potensi generasi muda. Karena itu, penting bagi remaja untuk memperkuat iman, menjaga akhlak, dan membatasi pergaulan yang melampaui batas syariat,” tegasnya.

Nasrun menambahkan bahwa remaja adalah generasi penerus bangsa yang harus dijaga dari pengaruh negatif lingkungan. Asysyubanu Al-Yaumu Al-Rijalu Al-Ghada', pemuda saat ini adalah pemimpin masa yang akan datang. “Pergaulan bebas bukan hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga mencoreng nama baik keluarga dan masyarakat. Mari kita perkuat iman, akhlak, dan pergaulan yang sehat. Pemuda saat ini adalah pemimpin masa mendatang, Bagaimana masa depan bangsa, agama dan negara ke depannya tergantung remaja dan pemudanya," ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut penghulu KUA Kecamatan Kabanjahe Ahmad Yani, M.Kom.I menyampaikan materi bimbingan menekankan strategi praktis menghindari pergaulan bebas, antara lain membatasi interaksi lawan jenis di luar keperluan penting, bijak bermedia sosial, serta memilih lingkungan pertemanan yang positif.

Begitu pun penyuluh agama Islam Maya Fitriani Solin, S.Pd, mengatakan pentingnya membentuk pola pikir dan perilaku positif sejak remaja. "Remaja yang berpikir positif akan mampu menghadapi tantangan hidup dengan bijak, menjaga pergaulan yang sehat, dan memanfaatkan waktu untuk hal-hal yang bermanfaat,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan program rutin KUA Kabanjahe yang bertujuan membentuk remaja yang berkarakter, berprestasi, serta menjadi teladan di lingkungan masing-masing. Dalam sesi diskusi, peserta berbagi pengalaman terkait tantangan pergaulan di era digital. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan peserta, salah satunya Chelsea yang bertanya tentang bagaimana Islam memandang toleransi dan hormat menghormati antar pemeluk agama.

Selain itu ia juga mengucapkan Terima kasih atas kehadiran KUA Kecamatan Kabanjahe dan berharap kegiatan ini dapat terus terlaksana di masa yang akan datang. (MHS/AYS)

Bagikan Artikel Ini

Infografis