Daerah
KUA Hamparan Perak Hari Pertama Pasca Libur Lebaran Adakan Halal Bihalal dan Rapat Koordinasi
25 Mar 2026 | 8 | Penulis : Biro Humas APRI Sumatera Utara | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Hamparan Perak, (Humas). Mengawali hari pertama kerja setelah libur Idulfitri 1447 H, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Hamparan Perak menggelar kegiatan Halal Bihalal dan Rapat Koordinasi (Rakor) internal, Rabu (25/03). Acara yang berlangsung di aula KUA tersebut dihadiri oleh Kepala KUA, para penghulu, staf, serta penyuluh agama Islam dan Kristen. Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti kegiatan halal bihalal, sebagai momentum saling memaafkan dan mempererat ukhuwah di lingkungan kerja.
Dalam sambutannya, Kepala KUA Hamparan Perak Imam Syafii. menyampaikan rasa syukur atas kebersamaan yang tetap terjaga, serta mengajak seluruh jajaran untuk kembali fokus menjalankan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
"Setelah menikmati momen Idulfitri bersama keluarga, kini saatnya kita kembali bersinergi menjalankan amanah sebagai pelayan umat. Semoga semangat Ramadan terus menjadi bekal dalam meningkatkan integritas dan kinerja kita," ujarnya.
Usai halal bihalal, kegiatan dilanjutkan dengan rapat koordinasi yang membahas program kerja pasca-Lebaran, evaluasi pelayanan dan kegiatan Safari ramadhan, serta persiapan agenda keagamaan di bulan Syawal dan Dzulqa’dah, termasuk peningkatan layanan pencatatan nikah, bimbingan perkawinan, dan penyuluhan keagamaan di masyarakat.
Kegiatan ini menjadi awal yang baik dalam membangun kembali ritme kerja dan pelayanan publik di KUA Hamparan Perak dengan semangat kebersamaan dan profesionalisme. Selanjutnya dialog interaktif menyangkut apresiasi dan evaluasi kegiatan bulan sebelumnya khusus kegiatan Bulan Ramadhan.
Staf penghulu M. Ridwan S. Ag mengapresiasi tentang terkait program Masjid Ramah Pemudik (MRP) Masjid Almuhtadin di Bulu Cina Kec Hamparan Perak. berdasarkan tinjauan dan situasi lapangan secara umum memberikan apresiasi tinggi kepada pengurus masjid (takmir) yang terlibat dalam program Masjid Ramah Pemudik. Mereka dinilai telah menunjukkan dedikasi dan kekompakan yang luar biasa dalam melayani pemudik, yang mencerminkan wujud nyata kepedulian sosial.
Sebagai evaluasi menekankan bahwa Masjid Ramah Pemudik tidak harus mewah, melainkan fokus pada kenyamanan dasar. Seperti ketersediaan tempat istirahat yang layak, toilet bersih, tempat wudhu yang cukup, serta air bersih yang memadai. Hal ini penting untuk pemulihan fisik dan batin pemudik yang lelah di perjalanan. Masjid Sebagai "Oase" Ibadah.
Masjid tidak hanya dianggap sebagai tempat singgah fisik, tetapi juga sebagai "oase" di tengah arus mudik yang memberikan rasa tenang.terus mendorong masjid untuk menciptakan suasana kondusif agar pemudik dapat beribadah dengan khusyuk di tengah perjalanan dan Kolaborasi lintas sektoral (KUA, pengurus masjid, aparat desa, kepolisian) dinilai sangat krusial.
“Evaluasi menunjukkan bahwa kesiapan masjid juga berkaitan erat dengan keamanan, ketertiban lalu lintas, dan keselamatan pemudik di lokasi masjid. Semoga kegiatan (MRP) Masjid Ramah Pemudik lebih tahun mendatang lebih baik," ujarnya.