Daerah
KUA Berampu Hadiri Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak dan Perempuan, Perkuat Komitmen Perlindungan Masyarakat
04 Jun 2026 | 6 | Penulis : Biro Humas APRI Sumatera Utara | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Berampu (Humas). KUA Kecamatan Berampu menghadiri kegiatan Sosialisasi Penggerakan dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan Kekerasan terhadap Anak, Perempuan, Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH), dan Perkawinan Anak yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Dairi, Rabu 03 Juni 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan peran aktif masyarakat dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak, sekaligus memperkuat perlindungan terhadap kelompok rentan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Kepala KUA Berampu, Azan Sagala, S.Ag., M.M., yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya kepada DP3AP2KB Kabupaten Dairi atas pelaksanaan sosialisasi yang dinilai sangat penting dan relevan dengan kondisi sosial saat ini.
Menurutnya, isu kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan orang, serta perkawinan anak memerlukan perhatian dan keterlibatan semua pihak, termasuk lembaga keagamaan. Oleh karena itu, KUA Berampu siap mendukung berbagai program edukasi dan pencegahan yang bertujuan menciptakan keluarga yang sehat, harmonis, dan terlindungi.
“Pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak harus dimulai dari keluarga. Melalui edukasi yang berkelanjutan, masyarakat akan semakin memahami hak-hak anak dan perempuan serta pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang generasi penerus,” ungkap Azan Sagala.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan materi terkait bentuk-bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak, upaya pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), penanganan Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH), serta dampak negatif perkawinan anak terhadap kesehatan, pendidikan, dan masa depan generasi muda.
KUA Berampu menilai kegiatan ini menjadi wadah yang efektif untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keagamaan, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya perlindungan perempuan dan anak.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Kecamatan Berampu semakin aktif dalam mencegah terjadinya kekerasan, eksploitasi, dan praktik perkawinan anak, serta berani melaporkan apabila menemukan kasus yang membutuhkan penanganan dan perlindungan.
Kehadiran KUA Berampu dalam kegiatan tersebut juga merupakan bentuk komitmen dalam mendukung program pemerintah daerah untuk mewujudkan Kabupaten Dairi yang ramah anak, berkeadilan gender, dan bebas dari segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak. (PB)