Informasi
KUA Batanghari Torehkan Prestasi Wakaf Uang Catin di Tingkat Provinsi Lampung
03 Jan 2026 | 47 | Penulis : PC APRI Lampung Timur | Publisher : Biro Humas APRI Lampung
Bandar Lampung (Humas APRI)--- Keberhasilan Kantor Urusan Agama (KUA) Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, meraih Penghargaan Terbaik III Penggerak Wakaf Uang Calon Pengantin pada Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-80 Tahun 2026 menegaskan penguatan peran KUA sebagai pelaksana program strategis pemberdayaan ekonomi umat di tingkat kecamatan.
Penghargaan tersebut diserahkan pada Upacara Bendera HAB Kemenag ke-80 yang berlangsung di Halaman Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Bandar Lampung, Sabtu (3/1/2026). Capaian ini menunjukkan bahwa transformasi layanan KUA tidak hanya berfokus pada administrasi keagamaan, tetapi juga pada pengembangan literasi filantropi Islam yang berkelanjutan.
Program wakaf uang yang menyasar calon pengantin menjadi salah satu inovasi KUA Batanghari dalam mengintegrasikan layanan pernikahan dengan edukasi ekonomi syariah. Melalui pendekatan persuasif dan pembinaan berkelanjutan, calon pengantin tidak hanya dipersiapkan secara spiritual dan sosial, tetapi juga diajak berkontribusi dalam skema wakaf produktif yang berdampak luas bagi masyarakat.
Kepala KUA Batanghari, H. Subhan, yang hadir langsung dalam upacara tersebut, menilai penghargaan ini sebagai pengakuan atas konsistensi KUA dalam menerjemahkan kebijakan Kementerian Agama ke dalam program nyata di tingkat akar rumput. Ia menekankan bahwa wakaf uang merupakan instrumen strategis dalam memperkuat kemandirian ekonomi umat.
“Melalui wakaf uang calon pengantin, kami berupaya menanamkan kesadaran berwakaf sejak awal membangun rumah tangga. Ini bukan sekadar ibadah individual, tetapi investasi sosial jangka panjang,” ujarnya.
Peringatan HAB Kemenag ke-80 Tahun 2026 mengusung tema penguatan integritas dan profesionalisme aparatur, sejalan dengan arah reformasi birokrasi dan semangat Kemenag Berdampak. Pemberian penghargaan kepada satuan kerja berprestasi menjadi bagian dari strategi penguatan budaya kinerja dan inovasi pelayanan publik.
Ke depan, KUA Batanghari diharapkan dapat terus mengembangkan praktik-praktik baik (best practices) dalam pengelolaan wakaf dan layanan keagamaan lainnya, sekaligus menjadi model penguatan peran KUA sebagai pusat layanan keagamaan yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.***(NL)