PW APRI Kaltim Membersamai Tabligh Akbar Menteri Agama RI, Tegaskan Peran Imam dalam Kepemimpinan Umat
Informasi

PW APRI Kaltim Membersamai Tabligh Akbar Menteri Agama RI, Tegaskan Peran Imam dalam Kepemimpinan Umat

  25 Apr 2026 |   25 |   Penulis : Biro Humas APRI Kalimantan Timur |   Publisher : Biro Humas APRI Kalimantan Timur

Samarinda — Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PW APRI) Kalimantan Timur turut membersamai kegiatan Tabligh Akbar yang menghadirkan Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., pada Sabtu (25/04/2026) di Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Bridging Konferensi Imam Internasional yang diselenggarakan oleh Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Provinsi Kalimantan Timur bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur.

Kalimantan Timur, khususnya Kota Samarinda, ditetapkan sebagai titik awal pelaksanaan Kick Off Bridging International Grand Imam Conference (IGIC) 2026, sebagai rangkaian menuju konferensi internasional yang akan digelar di Masjid Istiqlal Jakarta pada Oktober 2026. Kick off tersebut ditandai dengan pemukulan bedug oleh Menteri Agama RI dan Gubernur Kalimantan Timur.

Turut hadir Gubernur Kalimantan Timur Dr. H. Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur H. Seno Aji, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag RI H. Arsad Hidayat, Kakanwil Kemenag Kaltim H. Abdul Khaliq, Ketua Steering Committee (SC) IGIC 2026 Irjen Pol. H.M. Sabilul Alif, Ketua MUI Kalimantan Timur KH. Muhammad Rasyid, Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri, serta pejabat daerah, tokoh agama, akademisi, dan unsur terkait lainnya.

Kegiatan diawali dengan sambutan Gubernur Kalimantan Timur yang menekankan pentingnya peran strategis imam dan tokoh agama dalam menjaga harmoni serta memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. Acara kemudian dilanjutkan dengan istighosah yang dipimpin oleh Ustadz H. Subhan dan diikuti dengan khusyuk oleh seluruh peserta.

Dalam ceramahnya, Menteri Agama RI menegaskan bahwa imam tidak hanya berperan sebagai pemimpin ibadah di masjid, tetapi juga sebagai pemimpin umat yang bertanggung jawab membina dan mengarahkan kehidupan masyarakat. Pemimpin yang baik, menurutnya, adalah yang memiliki sensitivitas sosial, memahami kondisi umat, serta mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan.

Ia juga menyampaikan bahwa shalat berjamaah merupakan miniatur masyarakat ideal yang mencerminkan kebersamaan, kedisiplinan, dan kepemimpinan. Selain itu, peran ibu menjadi fondasi penting dalam melahirkan generasi imam dan pemimpin melalui cinta kasih yang tulus, sejalan dengan keterkaitan antara konsep imamah dan ummah dalam kehidupan sosial.

Melalui kegiatan ini, PW APRI Kaltim menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dalam memperkuat peran penghulu dan imam sebagai garda terdepan dalam pembinaan kehidupan keagamaan. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menyukseskan IGIC 2026 sekaligus mewujudkan masyarakat Kalimantan Timur yang harmonis, religius, dan berakhlak mulia.

Penulis: Muhammad Ilham


Bagikan Artikel Ini

Infografis